Kamis, 08 Desember 2011

Artikel Online ( mengenai Global Warming )

Global Warming atau Pemanasan Global. Apa yang anda pikirkan setelah melihat dan membaca kalimat ini? Ya, semua orang pasti memikirkan masalah besar yang kini dialami oleh bumi kita tercinta ini. Suhu memanas, alam berubah drastis, es dikutub mencair dan masalah-masalah buruk lainnya yang sampai-sampai mengaitkannya dengan akan terjadinya musibah besar seperti kiamat dikarenakan oleh pemanasan global ini. Pertanyaannya adalah, percayakah anda dengan global warming ini? Apakah anda termasuk orang-orang yang menentang masalah ini? Itu semua tergantung pemikiran anda. 

Disini saya akan sedikit memaparkan pendapat saya mengenai masalah tersebut diatas (global warming). Tidak sebagai orang yang percaya tetapi sebagai penentang. Saya menyebut masalah ini dengan “Konspirasi orang-orang barat”. 
Pernahkan anda menyaksikan film berdurasi kurang lebih satu setengah jam yang berjudul “An Inconvenient Truth”. Film yang dibuat berdasarkan pemikiran dari seorang aktifis lingkungan serta milioner berkebangsaan Amerika bernama Al Gore. Jika kita orang awam saat menyaksikan film ini pasti berpikir “wah” dengan berbagai macam pemaparan dari Al Gore mengenai hal-hal yang menyebabkan terjadinya pemanasan global dan jelas-jelas mengkambing hitamkan manusia sebagai penyebab terbesarnya. Banyak ilmuwan-ilmuwan ternama yang menentang dan sangat menentang hal-hal yang dipaparkan oleh Al Gore dari film dokumenternya itu. Salah satu yang menentang adanya masalah pemanasan global ini adalah manusia kedua yang menginjakkan kakinya di bulan yaitu Edwin Aldrin. Mengenai film serta pendapat-pendapat dari kalangan ilmuwan mengenai hal ini mungkin bisa lebih banyak anda temukan pada search engine Google.
Banyak hal-hal yang saya pikir ganjil mengenai masalah global warming ini. Contohnya saja negara-negara kecil dan berkembang yang ada dibelahan dunia selalu diingatkan untuk selalu menjaga hutannya, menanggulangi masalah-masalah emisi karbon, pembuangan limbah serta hal-hal kecil seperti mengurangi penggunaan listrik, kendaraan bahkan penggunaan spray, baik itu parfum, semprotan nyamuk dan sebagainya. Sedangkan kontras dengan negara-negara maju dibelahan lain dunia yang menggemerlapkan kotanya dengan lampu-lampu indah selama 24 jam setiap hari tanpa henti, menggunakan kendaraan sesukanya, memangkas hutan-hutannya digantikan gedung-gedung pencakar langit dan lain sebagainya. 
Terimakasih kepada paman Google yang memberikan informasi bahwa orang-orang yang percaya dengan pemanasan global ini mengatakan bahwa kadar karbondioksida di atmosfer telah meningkatkan suhu global. Tetapi menurut penelitian beberapa ahli seperti journal science pada tahun 2005 menyebutkan bahwa peningkatan suhu bumilah yang memicu peningkatan kadar karbondioksida. Hal ini juga diperkuat dengan adanya penemuan terbaru NASA bahwa perubahan suhu bumi dalam beberapa dekade ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas badai matahari. Penemuan ilmuwan lain mengatakan bahwa peningkatan suhu bumi juga terjadi akibat peningkatan aktivitas gunung api bawah laut dan sistem arus laut yang kompleks, bukan karena anda setiap selesai mandi menggunakan parfum spray atau tidak mencabut colokan charger anda pada portal listrik setelah tidak digunakan lagi. Dan satu lagi, ketika kita, manusia dianggap sebagai kambing hitam penyebab pemanasan global, EPA (Environmental Protection Agency) memperkirakan bahwa 25% emisi gas metana yang dilepas ke Atmosfer berasal dari kotoran ternak. Ternyata kambing sendirilah yang sebenarnya kambing hitam masalah ini. Jadi sangat aneh jika manusia yang selalu disalahkan atas dampak buruk dari perubahan bumi ini.
Kenyataannya suhu bumi hanya berubah sekitar 1 derajat Fahrenheit dalam tempo satu abad (sumber:Google). Kita ketahui juga bahwa sejak dulu bumi mengalami periode jaman es dan kembali menghangat tanpa campur tangan dari kita. Jadi pada kesimpulannya semua ini merupakan proses dari perputaran dari palnet bumi sendiri. Saya pikir ini merupakan hal yang normal terlepas dari masalah-masalah yang dilakukan manusia. Bukan menentang tetapi saya sendiri sangat mendukung mengenai pola hidup yang lebih baik dengan menggunakan listrik seperlunya, menggunakan bahan bakar secukupnya dan sebagainya untuk belajar menjadi manusia yang bersih dan menjadi bersahabat dengan alam. Ini juga merupakan salah satu cara kita untuk menjaga bumi kita sendiri.


Oleh : Reza Rahmadillah

2 komentar:

Bloggers Pemalang mengatakan...

posting yg menarik. lebih baik lagi jika disertai sumber2 referensi untuk menguatkan argumen sahabat... nice share N happy blogging... :D

Mangkaliat mengatakan...

thanks bngt sobat, msukannya..
slam amkt mangkaliat

Posting Komentar

Terima Kasih sudah membaca postingan ini, mohon meninggalkan komentar dipostingan ini.