Sabtu, 03 Agustus 2013

CERPEN : CINTAKU & SAHABAT

“KEKE,DUNIA INI INDAH…………………………….” Kata-kata itu yang keluar darinya. Hmmmmmmmmmm , cewek yang aneh, aku tak tahu apa yang ada difikirannya saat ini. Aku semakin tambah bingung olehnya, dia memelukku dan tak lama berselang suara lirih itupun terdengar. “ke, andai gue gak mengalami hal ini munkin gue gakkan bisa sedewasa ini dalam hidup gue sekarang”,ucapnya. keke adalah panggilannya kepadaku panggilan seorang sahabat buatku. Aku sungguh tak tahu apa maksudnya perkataannya itu, namun belum sempat ku mengeluarkan kata-kata dari mulutku, dia melanjutkan kata-katanya itu. “ke,gue capek menahan penat dihati gue. Gue gak tau ke harus cerita kesiapa lagi tentang semua ini”, ucapan yang tak pernah keluar darinya ini buat aku semakin bingung karena tak pernah ia mengucapkan ini selama kami bersahabat 8 tahun lalu. Sembari aku menghapus air matanya dengan sapu tangan yang memang selalu aku bawa,dan berkata kepadanya sahabatku itu untuk melanjutkan kata-katanya tentang apa yang ada dihatinya sekarang karena dia memang harus bercaerita kepadaku karena sahabatnya adalah aku dan dia bisa menangis sepuasnya kepada sahabatnya ini. “keke,gue gak tahu selama ini gue salah apa gak,.gue capek ke,gue bener-bener capek. Papa ke,gue sayang papa gue sayang mama ke,gue kangen mama ke…………...”, tangisnya pun memuncak. Aku mengambil kotak tissue yang ada dihadapan kami berdua,aku mengerti perasaan sahabatku itu sekarang bagaimana karena setelah mamanya meninggal 3 tahun akibat jatuh dari tangga,dan beberapa jam belum lama setelah kepergian mamanya,papanya mengalami kecelakaan ketika ingin melihat istrinya,mama sahabatku. Papanya terlalu kencang membawa mobil yang ia kemudikan untuk segera sampai kerumahnya dan papanya mengalami kecelakaan dan cidera cukup parah sehingga harus dirawat dirumah sakit hingga sadar dari komanya, dan setelah papanya sadar sahabatku itu harus bisa menerima bahwa papanya takkan bisa berjalan lagi,dan mengalami struk berat. Sekarang dialah yang menjadi penopang untuk papanya dan untuk kehidupan mereka berdua. Aku tak bisa berkata apa-apa saat ini. “gue akan jaga papa buat mama ke, gue gakkan nyia-nyiain kehidupan gue ke……..,gue nyesel karena dulu gue gak ngargain hidup ini,gue nyesel dulu sangat bersikap kekanak-kanakan,gue gak pernah mau tahu tentang papa,mama dan elo ke,gue benar-benar nyesel, yang gue tahu hanyalah hidup gue,gue hanya bisa banggain harta orang tua gue,gue Cuma bisa menyusahkan mereka tapi gue malah membenci mereka,gue nyesel banget ke,gue gak bisa bersikap tegar lagi ke didepan lo,gue Cuma pengen nangis ke dipelukan lo………..”,air matanya itu tak henti-hentinya mengalir deras dipipinya. Yah, aku mengerti kata-kata sahabatku itu aku tahu gejolak dihatinya itu seperti apa. Papanya dulu adalah seorang komisaris disuatu perusahaan terbesar di jakarta,tepatnya itu 6 tahun yang lalu. Waktu itu aku masih ingat,aku dan Kayla masih duduk dibangku SMP kelas 3. Dulu Kayla adalah sosok yang angkuh,merasa memiliki segalanya,egois,dan terlalu cuek. Tapi, Kayla tetaplah sahabatku walaupun dia seperti itu aku tetap menyayanginya. Sampai 2 tahun kemudian,saat kami telah menduduki bangku SMA kelas 2. Hal yang tak pernah aku sangka-sangka daan aku duga begitupun juga sahabatku Kayla terjadi,papa Kayla terbukti bersalah karena telah menggelapkan dana yang harusnya digunakan untuk dana perusahaan. Masih terbayang jelas dalam ingatanku,sampai saat dimana dia benar-benar jatuh,sahabatku itupun tetap menjadi dirinya yang sebelumnya dan belum berubah sama sekali. Sebaliknya sahabatku Kayla semakin bersifat kekanak-kanakan,dengan membenci papanya itu. Dia berkata didepan papa,mamanya dan aku sahabatnya,bahwa dia malu menjadi anak papanya dan berkata lebih baik papa mati dari pada harus membuatnya malu,itulah ucapan yang tak pernah aku sangka datang darinya. Saat itulah aku benar-benar marah akan ucapan sahabatku itu,dan aku memilih untuk pergi dari hadapannya. Berselang tiga bulan setelah kejadian yang membuatku amat amarah kepada sahabatku itu,aku mendengar kabar bahwa mama Kayla meninggal dunia akibat kecelakaan. Disaat itu aku merasa bersalah tak ada disisinya,saat itu akupun langsung datang untuk menemuinya. Aku berulang kali mengucapkan kepada Kayla untuk memaafkan aku yang tak bisa menjadi sahabat yang selalu disinya. Disaat itu sahabatku itu hanya memelukku erat tanpa mengucapkan apa-apa,diapun tak terlihat meneteskan air mata dan wajahnya tak terlihat sedih ketika melihat tubuh mamanya yang ada dihadapannya saat itu,mata sahabatku itu malah menunjukkan kekosongan. Tapi aku tahu,walaupun sahabatku itu tak mengeluarkan airmata,tak terlihat sedih sebenarnya didalam hatinya itu sangat menjadi pisau yang tajam buatnya karena luk yang diakibatkan oleh pisau itu sangat sakit dan perih. Aku tahu itulah perasaan sahabatku yang sebenarnya. Kayla,memang sahabatku yang sangat bisa menyembunyikan sesuatu didalam hatinya,tanpa orang lain tahu. Setelah cobaan menghampirinya dengan kepergian mamanya,kemudian cobaan-cobaan yang lainpun silih berganti datang dalam hidupnya. Belum selesai kasus papanya yang terbukti bersalah atas kasus penggelapan dana atau korupsi itupun datang lagi cobaan dimana sahabatku itu harus kehilangan mamanya,dan belum lama setelah kepergian mamanya,kembali dia harus merelakan semua yang ia dapatkan selama ini hilang dan pegi,rumah,mobil-mobil mewah yang selama ini dia gunakan,uang yang berlimpah kini seakan raib entah kemana,namun ada sesatu yang takkan pernah hilang aku sebagai sahabat akan selalu menyayangi,selalu ada disisinya dan bisma yang selalu mencintai Kayla sahabatku,dan akan selalu menjadi cowok yang benar-benar tepat untuk Kayla,karena yang aku tahu bisma tak pernah meninggalkan kekasihnya sahabatku itu Kayla. Kayla sahabatku,aku berharap dalam do’aku yang selalu aku tujukan untuknya ia akan berubah tak bersikap seperti anak kecil lagi dan mendapatkan kebahagiaaan dalam hidupnya. Do’aku pun dijawab oleh tuhan,Kayla benar-benar berubah,Kayla menjadi lebih giat belajar walaupun keadaannya sangat sulit dan Kayla selalu dapat cemooh dari teman-teman satu sekolah dia tetap tak mengacuhkan hal itu dan mau berubah untuk hidupnya,walaupun hanya ada aku dan bisma disampingnya.karena papanya harus dirawat dirumah sakit dan belum pulih dari koma,aku pun menginginkan kayla berada dirumahku,aku ingin menjaga Kayla,beruntungnya orang tuaku mau mengerti denganku dan bagaimana Kayla sahabatku. Kayla sahabatku tak mudah menyerah ia belajar keras untuk mendapatkan beasiswa keperguruan tinggi. Dia selalu belajar dengan tidak sedikitpun melupakan waktu untuk sholat dan berdo’a kepada tuhan yang maha esa. Sahabatku itu telah memikirkan bagaimana caranya agar setelah papanya sembuh nanti mereka mempunyai rumah yang akan mereka tinggali berdua dan bagaimana cara dia untuk tak menggantungkan hidup pada orang lain. Selain belajar setelah pulang sekolah Kayla akan melakukan pekerjaannya menjadi guru ballet, piano dan guru les bahasa inggris dengan kemampuan yang ia dapatkan dari latihan dan les. Aku menginginkan Kayla tetap tinggal bersamaku,karena orang tuaku juga telah menganggab Kayla sebagai anak mereka sendiri sama seperti aku. Aku merasa masih ada yang mengganjal dihati sahabatku itu,entah apa aku tak tahu.Pelaksanaan ujian nasional pun telah tiba,empat hari kami ujian untuk kelulusan Semua apayang kami lakukan tak sia-sia, belajar dan berusaha keras untuk lulus. Dan kamipun mendapat hal yang kami inginkan yaitu lulus,bukan hanya lulus tapi dengan nilai yang membanggakan. Ada suatu hal yang lebih membuat hatiku bergembira dan senang,Kayla mendapatkan impiannya mendapatkan beasiswa keperguruan tinggi di malbourne,Australia. Aku sangat bahagia walau tak mendapatkan beasiswa seperti sahabatku Kayla, terutama bisma karena bisma juga akan melanjutkan sekolahnya ke malbourne. Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Sesuatu terjadi lagi dalam hidup sahabatku,aku benar-benar merasakan rasanya kehilangan sama atas apa yang dirasakan sahabatku dulu,Kayla. Kayla kembali kehilangan orang yang sangat dia sayangi. Ketika itu bisma dan Kayla pergi bersama menuju tempat yang biasa mereka datangi berdua. Dalam perjalan tak biasanya bisma ingin berjalan kaki apalagi sampai meninggalkan mobilnya dirumah. Saat itu yang tak terlupakan,saat bisma menjemput Kayla dengan hanya ingin berjalan kaki menikmati udara pagi bersama Kayla. Namun dalam perjalanan ketika bisma dan Kayla ingin menyebrangi jalan dan saat itu lampu merah,tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang melaju kencang seperti tak menghiraukan adanya rambu-rambu lalu lintas yang menunjukkan lampu merah atau tanda kendaraan harusnya berhenti. Seketika momil itu melaju kea rah mereka berdua dan Kayla sepertinya tidak tahu ada mobil yang akan segera menabrak mereka dan ketika bisma menarik tangan Kayla,tiba-tiba tangan Kayla terlepas dari bisma. Bisma pun dengan cepat mendorong Kayla dari jalan itu dan bisma pun tak sempat menyelamatkan dirinya,karena bisma sudah tahu akan membahayakan nyawa kekasihnya itu jika ia tak segera menyelamatkan sahabatku,Kayla. Dan yang terjadi bisma meninggal seketika di depan mata sahabatku Kayla. Kayla pun terpaku menatap tubuh yang tergeletak di tengah jalan itu, dan aku yang berada dibelakang mereka tadi lari dengan secepatnya untuk meraih tubuh Kayla yang saat itu lemas dan pingsan karna melihat kekasihnya bisma yang meninggal dihadannya sendiri. Pukulan yang amat berat untuk Kayla sahabatku,ia masih tak sadarkan diri.Kayla tak sedikitpun meneteskan air matanya, ia hanya memelukku erat ketika tersadar karena pingsan,sama seperti dulu ketika mamanya pergi untuk selama-lamanya. Dia sangat terlihat tegar menghadapi semua ini. Kayla tak larut dalam kesedihan,Kayla tak mau jatuh ke dalam lubang kesedihan dan air mata. Setelah kepergian bisma,Kayla tetap tegar dan kembali meneruskan study nya ke malbourne. ******** Kayla sahabatku,dia tak berhenti meneteskan air matanya malam itu di pelukanku,inilah kesedihan yang Kayla pendam selama ini. “ke,gue pengen menebus semua kesalahan gue sama bokap gue, gue sayang papa ke,sayang banget,ke……..makasih elo udah jadi sahabat buat gue,elo udah ada disisi gue selama ini gue gak mau kehilangan lo ke,gue sayang sama lo,berkatlo gue bisa laluin hari-hari gue walau tanpa mama,papa dan bisma,satu hal ke yang harus bisma tahu ke……..kalau gue gakkan pernah bisa lupain bisma sampai kapanpun gue cinta banget sama bisma dan gakkan mungkin gue untuk bisa cinta keorang lain selain bisma,gue cinta bisma ke gue sayang bisma….”,ucapnya sepenuh hati. Berkali-kali aku mendengar kata-kata terimakasih itu keluar dari mulutnya. “ke, gue akan pindah ke malbourne,dan mungkin kita jarang bertemu lagi gue pengen lupain semuanya ke,dan gue bersyukur banget bisa dapet beasiswa ke malbourne dan gue bisa sukses sekarang ini itu semua berkat elo………”,ucapnya lirih. Aku tahu hal ini pasti terjadi dan aku rela jauh dari Kayla demi dia bisa bahagia,dan aku selalu berdoa untuk kebahagiaan Kayla dan papanya. Amin. Satu hal yang aku tahu tentang dirinya,sahabatku. Bahwa sebesar apapun masalah yang menimpa hidupnya senyuman dan semangatnya takkan pernah hilang. Sahabatku yang cantik dan sangat tegar. Aku akan selalu berdo’a buatmu. 

 Penulis : Sri Wahyuni Yulius ( ASPURI RIAU )

4 komentar:

SWY mengatakan...

terimakasih amkt mangkaliat :)

AMKT Mangkaliat mengatakan...

sama2 kita sling membantu satu sama lain, :)

Lara Anita Puji Lestari mengatakan...

Si Yuni Jadi Selebritis.. :D

Bifand Ahmat mengatakan...

Sam... cerita ku ma kau masukin Gak

Posting Komentar

Terima Kasih sudah membaca postingan ini, mohon meninggalkan komentar dipostingan ini.