Tampilkan postingan dengan label Artikel Olah Raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Olah Raga. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 April 2012

BEASISWA KALTIM CEMERLANG DILUNCURKAN APRIL 2012

SAMARINDA - Peluncuran atau launching penyaluran Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC) 2012 diisyaratkan April 2012 atau tiga bulan lebih awal dari peluncuran tahun sebelumnya. Ini dimaksudkan agar tim pengelola penyaluran punya waktu lebih banyak untuk memverifikasi para calon penerima.


"Mudah-mudahan ada waktu untuk verifikasi sehinga bisa menghasilkan penerima beasiswa yang benar-benar berhak menerimanya," ucap Ketua Tim Pengelola Penyaluran Beasiswa Kaltim Cemerlang, H Bohari Yusuf kepada wartawan di Samarinda, Kamis (29/3).
Penyaluran program BKC seperti diketahui menggunakan sistem Information and Communications Technology (ICT ) berbasis internet. Ini untuk menjawab keraguan masyarakat yang menghawatirkan praktek KKN dalam penentuan mereka yang berhak menerima. Karena itu, ia berharap launching lebih awal ini semakin meyakinkan masyarakat bahwa penentuan calon penerimanya memang benar-benar yang memenuhi persyaratan.
Namun, menurut Bohari yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kaltim itu, ada perubahan mendasar tentang mekanisme penyaluran BKC 2012. Kalau biasanya masuk anggaran Bansos, maka penyaluran 2012 dilakukan di tiga instansi berbeda. Biro Sosial untuk beasiswa tidak mampu atau korban bencana, disusul BKD bagi PNS yang ingin meningkatkan kapasitas dan kompetensinya, dan Disdikbud untuk beasiswa prestasi.
"Jadi begini, kalau kita menyikapi Permendagri No 32/2011 tentang pedoman pemberian hibah dan Bansos, maka bantuan sosial hanya untuk orang miskin dan mereka yang terkena bencana. Sedang beasiswa kan bukan hanya untuk orang miskin, tapi ada juga mereka yang berprestasi, termasuk PNS yang juga ingin meningkatkan kualifikasinya," urainya seraya menyebut, perbedaan mendasar itu hanya mekanisme penyalurannya saja, sedang kategori dan besaran setiap kategorinya sama seperti sebelumnya.
Menurut Bohari, anggarannya tetap dialokasikan satu sumber untuk beasiswa Rp 100 miliar lebih. Tapi dibagi di tiga tempat. Cara pendaftarannya tetap satu pintu melalui internet, kecuali hal-hal khusus seperti BKD dan siswa terpencil baru melalui usulan dari kabupaten/kota masing-masing. Bahkan, untuk memudahkan masyarakat di perbatasan yang kesulitan akses mengurus beasiswa, Pemprov juga membuat kebijakan khusus bagi mereka.
"Jadi di luar Rp 100 M lebih yang dikelola Biro Sosial dan Disdik, disediakan juga alokasi khusus untuk kawasan perbatasan yang langsung diserahkan ke tiga kabupaten kawasan perbatasan melalui bantuan keuangan Rp 1 miliar per kabupaten. Sedang mekanisme penyalurannya melalui Pemkab masing-masing," katanya.
Sementara Kepala Disdikbud Kaltim, H Musyahrim mengaku, Pemprov dari tahun ke tahun terus melakukan perbaikan terhadap mekanisme penyaluran beasiswa. Tujuannya agar pemberian beasiswa ini bisa tepat sasaran. Sasarannya kepada siswa yang akan melanjutkan pendidikan, khususnya siswa kurang mampu tetapi berprestasi.
"Keinginan kita sederhana. Tidak ada lagi anak-anak kita yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi terbentur masalah pembiayaan. Karenanya ini memang dialokasikan secara khusus oleh Pak Gubernur setiap tahun," ucap Musyahrim. (arf-dil/diskominfo)

teks foto :
Ketua Tim Pengelola BKC, Bohari Yusuf. (foto : dok/diskominfo)

read more...

Minggu, 08 Januari 2012

SEJARAH BULUTANGKIS DI INDONESIA

Dari mana cabang olahraga badminton berasal dan bagaimana sejarah awalnya ? Orang hanya mengenal nama badminton berasal dari sebuah rumah/istana di kawasan Gloucester-shire, sekitar 200 kilometer sebelah barat London, Inggris. Badminton House, demikian nama istana tersebut, menjadi saksi sejarah bagaimana olahraga ini mulai dikembangkan menuju bentuknya sekarang. Di bangunan tersebut, sang pemilik, Duke of Beaufort dan keluarganya pada abad ke-17 menjadi aktivis olahraga ini. Akan tetapi, Duke of Beaufort bukanlah penemu permainan itu. Badminton hanya menjadi nama karena dari situlah permainan ini mulai dikenal di kalangan atas dan kemudian menyebar. Badminton menjadi satu-satunya cabang olahraga yang namanya berasal dari nama tempat.

Yang juga tanda tanya besar adalah bagaimana nama permainan ini berubah dari battledore menjadi badminton. Nama asal permainan dua orang yang menepak bola ke depan (forehand) atau ke belakang (backhand) selama mungkin ini tadinya battledore. Asal mula permainan battledore dengan menggunakan shuttlecock (kok) sendiri juga misteri. Dulu orang menggunakan penepak dari kayu (bat). Dua orang menepak “burung” itu ke depan dan ke belakang selama mungkin.
Permainan macam ini sudah dilakukan anak-anak dan orang dewasa lebih dari 2000 tahun lalu di India, Jepang, Siam (kini Thailand), Yunani, dan Cina. Di kawasan terakhir ini dimainkan lebih banyak dengan kaki. Di Inggris ditemukan ukiran kayu abad pertengahan yang memuat gambar anak-anak sedang menendang-nendang shuttlecock. Permainan menggunakan kok memang mempunyai daya tarik tersendiri. Setelah ditepak atau dipukul ke atas maka begitu “jatuh” (menurun) kok akan melambat, memungkinkan orang mengejar dan menepaknya lagi ke atas. Yang menjadi tanda tanya, bagaimana bisa terbentuk kok seperti sekarang: ada kepala dengan salah satu ujung bulat dan di ujung lain yang datar tertancap belasan bulu sejenis unggas? Bahan-bahan untuk membuat kok memang sudah ada di alam. Bentuk kepala kok yang bulat sudah ada di sekitar kita, biasa ditemukan dalam buah-buahan atau batu.
Pertanyaannya adalah bagaimana awalnya bulu-bulu abisa menancap di kepala kok ? Ada yang berpendapat bahwa ada seseorang sedang duduk di kursi dan di depannya meja tulis. Dia melamun dan memikirkan sesuatu yang jauh. Tanpa disengaja dia mengambil tutup botol yang terbuat dari gabus dan kemudian menancap-nancapkan pena yang ketika itu terbuat dari bulu unggas. Beberapa pena tertancapkan dan jadilah bentuk sederhana sebuah kok.
Tentu ini tidak ada buktinya. Hanya kemudian memang terbentuk alat permainan seperti itu yang di tiap kawasan berbeda bentuknya. Pada tahun 1840-an dan 1850-an keluarga Duke of Beaufort ke-7 paling sering menjadi penyelenggara permainan ini. Menurut Bernard Adams (The Badminton Story, BBC 1980) anak-anak Duke – tujuh laki-laki dan empat perempuan – inilah yang mulai memainkannya di ruang depan. Lama-lama mereka bosan permainan yang itu-itu saja. Mereka kemudian merentangkan tali di antara pintu dan perapian dan bermain dengan menyeberangkan kok melewati tali itu. Itulah awal net. Akhir tahun 1850-an mulailah dikenal jenis permainan baru. Pada tahun 1860-an ada seorang penjual mainan dari London – mungkin juga penyedia peralatan battledore – bernama Isaac Spratt, menulis Badminton Battledore – a new game. Tulisan tersebut menggambarkan terjadinya evolusi permainan di Badminton House.

Oleh : Aji Sapto N

read more...

Selasa, 26 Juli 2011

Timnas Indonesia Siap Tempur

Dua hari menjelang laga Leg kedua melawan Turkmenistan dalam laga Pra Piala Dunia Zona Asia 2014, Firman Utina dkk dalam kondisi siap tempur.
Hal itu disampaikan oleh Fisioterapi Timnas, Mathias Ibo usai menemani Timnas berlatih di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa, 26 Juli 2011.
"Kondisinya sudah lebih bagus dibanding pertandingan lalu. 90 persen kondisi para pemain siap tempur," ujar Ibo.

Meski sejumlah pemain masih mengalami gangguan, namun Ibo menilai secara keseluruhan para pemain Timnas siap tampil. "Roby (ada masalah) engkel sedikit, tapi nggak ada masalah. Semua siap dimainkan termasuk Irfan (Bachdim)," ujar Ibo.

"(Kondisi) Hamka sudah bagus, sudah sembuh dan sudah bisa bermain kembali. Tidak ada treatment khusus," lanjut Ibo.
Ibo pun menambahkan dua hari jelang laga, porsi latihan yang diberikan tidak terlalu berat. Ini demi menjaga kebugaran para pemain dan menghindari cedera terjadi saat latihan.

Sementara itu, Asisten Pelatih, Rahmad Darmawan menambahkan pihaknya berharap para pemain dapat menjaga kebugaran fisik. "Secara umum semua pemain sudah siap. Kebugaran pemain sudah membaik, dan mudah-mudah dapat dipertahankan hingga pertandingan nanti," ujar mantan pelatih Sriwijaya FC ini.
Tetap waspada
Rahmad meminta para pemainnya untuk tidak anggap remeh kekuatan tim Turkmenistan. Terlebih di leg pertama, kekuatan tim lawan tidak terlalu kelihatan di leg pertama akibat buruknya lapangan. 

"Kami akan menyiapkan bentuk permainan yang harus menyeimbangkan antara lini pertahanan dan lini depan. Karena lawan tentu sangat termotivasi mengejutkan di lapangan," ujar Rahmad.

"Kesempatan memanfaatkan lapangan yang baik (di SUGBK) tidak hanya memberikan keuntungan buat kami saja, lawan juga memiliki kesempatan bermain bagus di lapangan yang bagus," lanjut Rahmad.

• VIVAnews

read more...