Penulis : M. Fadel Rivai
Tampilkan postingan dengan label Artikel Online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Online. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Desember 2013
Kesan Jumpa Pertama di Mangkaliat
Namaku Muhammad Fadel Rivai biasa dipanggil Fadel, asal dari tarakan. Aku ingin menceritakan kesanku di Asrama Mahasiswa Kalimantan Timur “Mangkaliat”.
Pada saat aku memutuskan untuk berkuliah di Yogyakarta, mamaku menyarankan agar aku tinggal di asrama, untuk belajar berorganisasi dan sebagainya. Pamanku pun menyarankan agar aku tinggal diasrama Mangkaliat dan kebetulan teman sekolahku yaitu Iqbal ternyata juga memutuskan untuk tinggal di Mangkaliat. Iqbal lebih dulu berangkat ke Jogja kemudian setelah beberapa hari baru aku menyusul kesana, tetapi aku yang lebih dulu tinggal diasrama.
Aku dan mamaku berangkat ke Jogja dari Tarakan pada tanggal 28 Mei 2013 pukul 07.00 WITA dan sampai di Jogja tepatnya bandara Adisucipto pada pukul 12.15 WIB. Kemudian kami mencari rumah makan diantar oleh teman ayahku yang bekerja di Jogja setelah itu ke Mangkaliat, pada awalnya kami kebingungan untuk mencari alamat Mangkaliat, jadi kami pergi ke Asrama Mahasiswa Kalimantan Timur “Kresik Luwai” untuk menanyakan alamat asrama Mangkaliat. Kami pun ditemani salah satu senior asrama Kresik ke asrama Mangkaliat.
Orang yang pertama kali menyambutku dan mamaku diasrama Mangkaliat adalah bang Iwan, dan pada saat itu kami ditempatkan dikamar 1. Pada awalnya aku lebih suka dikamar terus karena masih canggung dengan suasana asrama mangkaliat. Malah mamaku yang lebih aktif bersosialisasi tidak hanya dengan anak asrama tetapi dengan warga sekitar asrama, baru aja kenalan tapi mamaku sudah ngajak salah satu warga untuk menemani mamaku ke pasar bringhardjo.
Saat aku baru pertama di Mangkaliat, aku pikir Cuma aku aja yang anak baru, ternyata sudah ada tiga anak baru yang menempati asrama Mangkaliat. dua diantara mereka aku pikir adalah senior karena muka mereka yang tua-tua. Dan diantara semua penghuni Mangkaliat, bang dhani lah yang membuatku bingung. Kok bisa ada orang papua di asrama kaltim itulah yang ada dibenakku, tapi setelah mengenal bang Dhani, ternyata orangnya asyik, seru dan gokillah pokoknya.
Ada banyak pengalaman seru yang aku dapatkan di Mangkaliat dan belum tentu aku dapatkan ditempat lain. Seperti bersama abang-abang dan sesama anak baru pergi ke pantai Pok Tunggal, Water World Pandawa yang ada di Solo, mengikuti acara-acara yang diadakan oleh asrama Mangkaliat dan Mesjid Jami Al-Jihad, nongkrong bareng dengan para penghuni asrama Mangkaliat, bertemu dengan Mahasiswa-mahasiswa lain yang juga tinggal diasrama, serta ikut menjadi panitia acara yang diadakan oleh tiga asrama yaitu asrama Mangkaliat, asrama Lampung dan riau. Semoga asrama Mangkaliat dapat terus melaksanakan kegiatan-kegiatan positif dan kreatif yang dapat memberi banyak ilmu bagi para penghuninya.
Penulis : M. Fadel Rivai
Penulis : M. Fadel Rivai
Kesan Cerita Beta di Mangkaliat
Pada tanggal 2 Mei 2013, yaitu pada awalnya ketika pertama kali menginjakkan kaki di Asrama Mangkaliat, saya bersama sepupu saya Mario di antar menuju Asrama oleh teman dari kakak saya. Lalu kami disambut oleh para senior yang kebetulan lagi berada di Asrama yaitu Abang Tazqy Hidayat dan Abang Deny Kawirian R. Kami ditawarkan untuk menempati 2 kamar yaitu kamar 1 dan 9. Saya memilih kamar 9 bersama Abang Tazqy sedangkan sepupu saya memilih untuk menempati kamar 1 bersama Abang Ariza Raditya. Pada hari pertama saya tidak bisa tidur lantaran dikamar 9 ternyata tempat teman-teman asrama berkumpul dan bermain game. Akhirnya saya mengungsi ke kamar 8 untuk tidur pada saat itu. Dua hari setelah saya tiba giliran sepupu saya yang tak lain ialah saudara kembar Mario yaitu Gavin datang ke asrama. Hari demi hari berlalu dan ketika seminggu berlalu akhirnya saya bisa sedikit mengetahui kegiatan apa aja yang ada di asrama. Mulai dari kegiatan harian maupun mingguan seperti: sholat magrib berjamaah di hari senin dan kamis, tadarusan di hari senin setelah sholat maghrib dan yasinan di hari kamis, piket harian dan mingguan dan masih banyak lagi.
Kegiatan pertama semenjak pertama kali masuk di asrama yaitu silaturahmi ke Asrama Ruhui Rahayu. Disana kami diperkenalkan kepada teman-teman cewek dari kaltim, bisa dikatakan perkenalan saat itu menarik karena kami seakan di interogasi. Gavin pada saat itu disuruh menyanyi dan akhirnya dia menyanyikan lagu “Home – Westlife”. Waktu terus berlalu dan banyak sekali pengalaman menarik yang saya dapatkan di Asrama. kegiatan RDM (Ramadhan Di Mangkaliat), Idul Adha dan masih banyak lagi kegiatan lainnya kami lakukan. Suka duka juga kami lalui di Asrama Mangkaliat ini. Hingga tiba saatnya masa seleksi calon anggota baru. Ada 3 tahap yang harus kami lalui yaitu yang pertama keseharian kami dipantau, ada kegiatan harian yang mesti kami lakukan seperti sholat subuh dan maghrib di Masjid, belajar, dan tidak boleh begadang. Yang kedua yaitu presentasi. Presentasi diadakan 2 hari dan para calon anggota baru dibagi menjadi 2, 3 orang di hari pertama dan 3 orang di hari kedua. Saat itu kami juga membentuk organisasi bernama ICA(Ikatan Calon Anggota) Mangkaliat. Yang ketiga yaitu wawancara, saat wawancara banyak sekali penilaian-penilaian yang diberikan oleh Senior terhadap saya dan teman-teman calon anggota baru. Wawancara dilaksanakan 2 hari. Lalu setelah itu tibalah malam penerimaan calon anggota baru. Kami dibangunkan pada jam 2 malam dan ditutup mata kami, dibawa mengelilingi wilayah tempat kami tinggal dan juga nyali kami diuji di Pemakaman Cokrodiningratan. Kami semua calon anggota baru berjumlah 6 orang yaitu saya, Gavin, Mario, Iqbal, Fadel, dan Budi diterima menjadi anggota baru Asrama Mangkaliat.
Penulis : Ade Rizki
Kesanku du mangkaliat
Pertama kali yang saya pikir sebelum ke mangkaliat itu ialah bentuk bangunannya yang betingkat terus rame dipinggir jalan, yah bisa dibilang menghayal sebelum ada yang nyata hehe. Tepat pada tgl 6 mei 2013 ternyata yang saya pikir sebelumnya itu jauh berbeda dengan apa yang saya lihat, bentuk yang sederhana dan orang orang yang ramah yang saya lihat pertama kali datang dan menginjakkan kaki di mangkaliat. Awalnya masih canggung buat berbaur karna belum tau watak abang abang yang ada di asrama tapi waktu terus berjalan dan sayapun makin akrab sama abang abang yang di asrama, ketawa, becanda, dan ada seriusnya juga.
4 bulan perjalanan saya diasrama, tepat awal oktober disitu saya bisa mengerti arti asrama, orang orangnya, dll. Oktober gila, kenapa saya bilang oktober gila karena dibulan itu saya diuji (seleksi calon anggota) dimana saya mengurus pribadi yang baik, prilaku yang baik, kuliah yang baik, dan masih banyak lagi pengetahuan pengetahuan yang belum saya tau atau belum saya dapat sebelumnya. Hal yang gila lainnya yaitu wawancara, dimana pas saya diwawancara itu saya benar benar berfikir buat apa saya hidup selama ini, apa guna saya selama ini, apa yang telah saya lakukan selama ini. Akan tetapi karena wawancara itu saya lansung bisa berfikir ternyata masih banyak pengetahuan yang saya harus ketahui, masih ada jalan untuk mengetahui semuanya dan saya benar benar berterima kasih kepada abang abang dimangkaliat yang telah member saya kritik dan saran, karena itu saya jadi sadar semuanya.
Masih dibulan oktober tepatnya akhir bulan oktober dimana disitu saya cukup deg degkan untuk menunggu hasil diteriman apa tidaknya diasrama. Sebenarnya saya tidak memikirkan diterima apa tidaknya diasrama tetapi saya lebih bersyukur lagi kalau diterima diasrama. Malam penerimaan calon anggota mangkaliat tepatnya jam 1 malam, awalnya saya fikir ini gila karena apa, karena saya belum pernah berfikir sebelumnya untuk diculik dan parahnya lagi disuru masuk kuburan gila saya belum pernah sama sekali masuk kuburan sendiri dan malam itu saya lakukan. Setelah penculikan itu saya dan teman teman sesama calon anggota dibawa ke atas asrama nah disitulah puncak penerimaan calon anggota mangkaliat menjadi anggota. Disitu saya berfikir gimana perjuangan saya dan juga teman teman melalui masa masa yang saya bilang gila tersebut, dan hasilnya saya diterima menjadi anggota asrama mangkaliat. Saya benar benar berterima kasih kepada abang abang asrama atas ilmu yang mereka berikan kepada saya yang saya tidak bisa lupakan dipengalaman hidup saya, sekali lagi terima kasih.
Penulis : Luhur Budiman
Penulis : Luhur Budiman
Kesan Kisah - Kasih di Mangkaliat
Assalamualaikum Wr Wb, perkenalkan nama saya Muamar Ahmad, lahir di penajam tanggal 23 April 1995 anak bungsu dari pasangan H Bahruni & Hj Hasiah Kuliah di UII Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi UII 2013, Kesan selama selama tinggal di mangkaliat. Saat awal masuk, saya kesini bersama sepupu saya Ade Rizki dan yang pertama menyambut kami, bang Deni Neymar dan sampai di Asrama bang Tasqy mengajak kami mengobrol seputar Asrama, kemudian kamar pertama yang aku sambangi itu kamarnya bang Reza Rahmadillah, dan kemudian aku dipindah ke Kamar satu, kamarnya bang Adit & bang Topan sampai sekarang, dan kemudian sesuai saran bang Deny Neymar & bang Tasqy satu per satu penghuni asrama yang aku temui ku ajak kenalan, sembari kenalan aku perhatikan bagaimana watak mereka satu per satu, tapi setelah lama berlalu sampai sekarang watak mereka berbeda dari apa yang aku duga.
Setelah waktu berlalu begitu lama sekitar 6 bulan, tiba saatnya bagi calon anggota penghuni asrama untuk menunjukkan skill, kemauan, tekad & jiwa kebersamaan yang besar untuk masuk ke AMKT Mangkaliat. Tahap awal seleksi, menurutku tes tahap awal ini untuk menguji kesabaran kami dengan kegiatan rutin Maghrib-Subuh di Masjid Setiap hari dll, dan tahap kedua tes Presentasi, itu kami diberi tugas untuk membuat makalah dahulu dengan 3 Tema Kalimantan Timur, Asrama & Yogyakarta. Setelah makalah selesai, kami diberi tugas untuk membuat acara presentasi itu sesuai konsep apa yang kami jalankan nantinya dalam waktu 5-6 hari, kami Calon Anggota Mangkaliat membuat kesepakatan untuk berunding dulu tentang bagaimana konsep acara presentasi kami nantinya, beruntung anggota Mangkaliat ada yang mendampingi kami dan kami juga bertemu dengan 2 alumni dan 1 anggota Mangkaliat di tempat kami mengatur konsep jalannya acara presentasi nanti, yaitu Semesta. Dan di tempat itu juga ICAM terbentuk pertama kali, terima kasih 2 anggota & 2 alumni yang sudah membantu kami mengatur konsep acara dan juga Anggota asrama yang membantu kami mempersiapkan Acara Presentasi hingga selesai. Dan tahap terakhir adalah Wawancara, sesi ini kami calon anggota asrama di wawancara satu per satu oleh anggota asrama, dan semua watak juga perilaku anggota asrama berubah dalam sesi wawancara ini, ada satu pernyataan yang kusuka dan memotivasiku untuk memperjelas apa tujuanku kuliah di jogja. Setelah tahap wawancara yang pertama usai, wawancara keduapun dimulai, sesi yang kedua ini semua calon anggota bersama-sama diwawancarai oleh semua anggota asrama, menurutku sesi yang inilah yang kubenci, karena pernyataan dari beberapa calon anggota membuktikan bahwa memang benar apa yang dikatakan anggota asrama bahwa calon anggota Mangkaliat tahun ini itu semuanya Individualis.
Setelah beberapa hari, aku dan yang lain mungkin tidak menyangka kalau tengah malamnya itu kami semua diculik untuk di Ospek, ospeknya tidak main-main men! Kuburan dan Disiram tngah malam, Gila!. Tapi, seru juga apa yang dilakukan anggota dan abang-abang senior asrama. Setelah semua itu, Aku resmi jadi anggota asrama dan ditunjuk sebagai Staff Divisi Rumah Tangga, dan inilah jabatan pertamaku di AMKT Mangkaliat ini, semoga Aku Muamar Ahmad dan nama Panggilanku Mario D’ Caprio bisa menjaga amanah ini.
penulis : Muamar Ahmad
Kesan Rumah Baru di Mangkaliat
28 mei 2013, hari dimana aku pertama kali datang ke Asrama Mangkaliat. Awalnya aku berpikir kalau asrama Mangkaliat berada di pinggir jalan dan merupakan sebuah bangunan besar. Ternyata, apa yang aku pikir berbeda dengan kenyataanya. Untuk bisa ke asrama Mangkaliat, aku harus melewati gang kecil yang hanya bisa dilalui oleh satu motor dan juga ternyata bentuk bangunan asrama Mangkaliat hanyalah seperti rumah biasa.
Namun hal itu tidak menjadi masalah bagi aku, saat aku datang ke asrama aku disambut oleh bang tazqy, bang ilham, dan bang memet. Saat itu bang tazqy memberitahukan tentang beberapa hal yang ada di asrama seperti piket harian, kerja bakti, pengajian, dan masih banyak lagi. Hari itu merupakan hari pertama aku datang ke asrama, namun aku tidak langsung tinggal di asrama Mangkaliat. Aku hanya mengunjungi dan barulah beberapa hari kemudian aku mulai menjalani kehidupan baru di asrama Mangkaliat.
Tanggal 2 Juni 2013, aku datang ke asrama beserta semua barang-barang aku dan kali ini aku sudah bermaksud untuk tinggal di asrama. Pada hari itu aku terkejut, karena kondisi asrama sepi sekali. Hanya ada bang dhani, bang topan, bang ilham, bang adit, bang ruday, fadel, dan gavin. Ternyata abang-abang yang lain pergi ke kota Malang untuk mengikuti pertemuan asrama kalimantan timur. Aku berpikir hari-hari pertama yang akan aku jalani akan sepi, namun yang terjadi malah sebaliknya walaupun sepi bang dhani seorang saja bisa membuat asrama menjadi terasa ramai dengan segala tingkahnya. Begitupun dengan yang lainnya, walaupun baru pertama kali bertemu mereka sudah mau berteman akrab dengan aku. Hal ini membuat aku sangat bahagia, seperti mempunyai keluarga dan rumah baru lagi di Yogyakarta.
Setelah semua senior sudah kembali ke Yogyakarta, pada saat itulah kehidupan asrama dimulai. Kegiatan-kegiatan rutin seperti piket harian, kerja bakti, tadarusan, yasinan dan masih banyak lagi sudah mulai di aktifkan kembali. Hal yang paling membuatku betah di asrama adalah abang-abang yang mempunyai selalu membuat suasana tidak pernah sepi, dengan senangnya bermain gitar dan bernyanyi gila setiap hari. Sifat unik dari abang-abang mungkin hanya bisa ditemukan di sini, di Mangkaliat. Bang tazqy, bang aji, dan bang deniansyah yang merupakan penjelajah gunung, bang topan yang punya suara dalam dan selalu kontra dengan fadel, bang dhani yang selalu buat suasana seperti pasar, bang iwan dan bang ozy sang penyepik para wanita, bang joe yang tidak pernah marah, bang adit dan bang ilyas yang ingin jadi l-men, bang ilham sang kombes asrama, bang adhi dan bang irman yang selalu berduaan di kamar 5, bang deni yang sering menjalankan sunah rasul, bang arif sang seniman sejati, bang ajat pembalap dari asrama, bang rheza dan bang memet yang kehidupannya slow-slow.
Hari demi hari pun berlalu, hingga penyeleksian masuk asrama dimulai. Segala macam peraturan tentang kehidupan sehari-hari dibuat untuk dijalani selama kurang lebih satu bulan. Presentasi yang pada saat itu kami para anak baru membentuk ICAM dan yang terakhir adalah wawancara yang membuatku seperti diinterogasi oleh polisi. Setelah itu, kami dibangunkan malam-malam. Mata ditutup, disuruh melangkah-melangkah nda jelas, disiram air, masuk kuburan, perut disuruh kasi keras seperti IPDN dan pada akhirnya kami semua diterima. Inilah kisah kehidupanku sebagai anak baru di asrama Mangkaliat. Seru COOY!!!
Penulis : Muhammad Dien Iqbal (KIBAL)
Penulis : Muhammad Dien Iqbal (KIBAL)
Kesan Pertemuan Pertama di Mangkaliat
Hari minggu, tepatnya tanggal 5 mei 2013, saya bersiap bertolak dari kampong halaman saya tercinta bersama dengan bapak yang tidak lain adalah sahabat saya juga. Penajam Paser Utara yang Aku kenal dengan sebutan ‘Benuo Taka’ menuju Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal sebagai ‘Kota Pendidikan’ di Indonesia. Naik pesawat untuk pertama kalinya MANN!!!! ^-^
Sampai Di Yogya disambut oleh ribuan penadah jasa-jasa angkutan pribadi yang harganya YAHUDD!!! Sekali. Sorry terlalu banyak cerita, kita langsung masuk saja ke tema cerita kita. Kesan-kesan pertama masuk di asrama mahasiswa Kalimantan Timur Mangkaliat.
Awal mula saya tiba di asrama, saya disambut oleh 2 saudara sehati, sejiwa, sedarah dan seperjuanganku yang terlebih dahulu tiba di Yogya. Setelah itu, kami bercakap-cakap mengenai seluk-beluk Yogya (walaupun hanya sedikit) dan juga tentang asrama. Jujur, pertama kali melihat asrama ini (AMKT Mangkaliat) perasaan yang timbul adalah ko’ ini rumah sih, hahahaha. Kemudian saya berjumpa dengan seorang anak asrama ‘bisa dibilang warga’ yang setelah saya menjadi penghuni asrama orang-orang menyebutnya dengan sebutan Nabi Ruday Qusay NR (Nir Rajim), :D.
Setelah itu, Bapak ku dan Bang Ruday terlibat suatu dialog yang sangat serius tapi elegan, suatu hal yang sangat langka ditemukan di setiap dialog yang ada di dunia ini. Kemudian, saya disarankan Bang Ruday supaya memasuki salah satu kamar yang ada di asrama. Saya masuk kamar 8, sebuah kamar yang dihuni oleh Bang Deni ‘Neymar’ yang pada saat bulan Agustus menjadi teman sekampus saya, dan Bang Ilham ‘Sekarang Kombes’ yang juga setelah saya mengenali beliau lebih dalam lagi kami mempunyai kemiripan, bukan dalam hal wajah tentu saya yang menang PASTI, melainkan kesamaan klub sepak bola yang kami senangi, yaitu Arsenal “Gunners” FC.
Kalau Kanda dan Dinda ingin mengetahui kelanjutan dari ‘Ini Kisahku, Apa Kisahmu (Indomie)” silahkan kunjungi blog ini. Learnaboutbipand23.blogspot.com
Penulis : PANDI AHMAT
Penulis : PANDI AHMAT
Senin, 07 Januari 2013
Garuda di dadaku,Malaysia di perutku
Garuda di dadaku,Malaysia di perutku.slogan ini sepertinya pantas untuk menggambarkan tentang kehidupan social sehari-hari masyarakat di daerah perbatasan Indonesia-malaysia tepatnya di sebatik Kalimantan timur.disana, masyarakat perbatasan lebih dominan menggunakan barang dan mengkonsumsi bahan-bahan sembako dari tawau Malaysia yang hanya berjarak sekitar 30 menit dari kota sebatik.selain itu factor harga yang lebih murah dan mudahnya transportasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh masyarakat sebatik juga menjadi salah satu alasan mereka memilih tawau sebagai tujuan mereka melakukan transaksi.bukan hanya dari sektor kebutuhan pokok saja yang seperti ini,tetapi juga di sektor pendidikan dan bahasa.di sektor pendidikan menurut beberapa narasumber yang saya temui mengatakan hamper 80 % sekolah di sebatik tidak ada terpampang foto presiden dan wakil presiden republik Indonesia, selain itu, di sekolah tersebut juga tidak ada peta Indonesia.maka dari, itu tidak heran apabila kita bertanya dengan anak-anak di sebatik tentang siapa presiden Indonesia, banyak dari mereka yang menjawab tidak tahu.bukan hanya itu menurut dari penjelasan beberapa org yg tidak ingin disebutkan namanya,apabila di sekolah itu melakukan upacara, mereka lebih dulu menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia dan kemudian baru menyanyikan lagu kebangsaan INDONESIA RAYA.(ketika membaca pernyataan dari orang tersebut saya langsung termenung dan membayangkan Seandainya WR Supratman sebagai pencipta lagu Indonesia Raya masih hidup,pasti dia akan tertunduk lesu mengetahui kabar ini).
Saya hamper meneteskan air mata ketika saya mengajak ngobrol anak-anak di sebatik dengan menggunakan bahasa Indonesia, karena tidak begitu mendapat respond dan dimengerti oleh mereka.tetapi ketika seorang teman saya yang berasal dari daerah sabah malaysia menjelaskannya dengan menggunakan bahasa melayu barulah mereka mengerti dan dapat memahaminya. Lancarnya mereka berbahasa Melayu bukan karena keseringan nonton serial Ipin & Upin di salah satu stasiun televisi Indonesia atau televisi Malaysia. Namun, lebih karena guru Malaysia lebih dominan memberikan pelajaran dibandingkan guru Indonesia yang diperbantukan. Lalu kemana guru-guru asal Indonesia ?
Kondisi seperti itu, sudah sangat menggambarkan jiwa anak-anak di perbatasan yang bukan lagi Indonesia namun Malaysia. Perlunya pemahaman dan penguasaan bahasa Indonesia pada anak-anak itu, tidak sedangkal agar mampu menjawab pertanyaan para warga Indonesia atau bahkan Presiden kita saat melakukan aksi kunjungan perbatasan. Atau bahkan mengantisipasi tangis presiden kita SBY, yang sangat sensitif itu. Bisa-bisa beliau berderai air mata saat melontarkan pertanyaan dalam bahasa Indonesia “Tahukah Adik-adik siapa Saya. Saya adalah presiden kalian, Presiden Indonesia. Ada yang tahu nama Saya?”. Sedang anak-anak itu hanya terbengong-bengongong.kita tidak bisa menuntut agar masyarakat di perbatasan untuk mencintai produk local sedangkan mereka lebih mudah untuk mendapatkan produk malaysia Kita tidak bisa menuntut agar anak-anak di perbatasan Indonesia-Malaysia agar mencintai bahasa Indonesia, sedang mereka tidak mendapatkan hak pendidikan layaknya anak Indonesia lainnya. Kita tidak bisa menuntut mereka untuk mahir berbahasa Indonesia sedang tiap hari mereka disuapi bahasa Melayu oleh guru-guru Malaysia. Kita tidak bisa menuntut mereka mencintai Indonesia sedang Malaysia lebih memperhatikan mereka dan Indonesia sebatas mengunjungi bahkan mengabaikannya.
Inilah sebenarnya yang tengah terjadi dengan masyarakat di daerah perbatasan Indonesia-malaysia.Tentu kita tidak rela anak-anak Indonesia di perbatasan lebih mencintai Malaysia daripada Indonesia, lebih mengenal bendera Malaysia daripada bendera Indonesia,dan lebih mengal raja malaysia daripada presiden Indonesia. namun kita sepertinya terpaksa harus merelakannya karena berita dalam tulisan ini benar adanya.
Oleh : Aji Sapto Nugroho
Oleh : Aji Sapto Nugroho
Sabtu, 05 Januari 2013
PEMEKARAN KAL-TARA SEBAGAI PENCITRAAN POLITIK
Kelahiran Kalimantan utara sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) banyak menuai pro dan kontra.Banyak yang menuding ada sejumlah oknum angggota DPR/DPRD telah memanfaatkan momentum tersebut sebagai lahan untuk pencitraan politik.Fenomena itu bisa dicermati dari pernyataan mereka di sejumlah media masaa local di Kalimantan timur,pernyataan yang dimaksud intinya mereka saling mengklaim bahwa pihaknya lah sebagai yang paling berjasa dalam proses pembentukan Provinsi Baru Kalimantan Utara.
Fenomena pengklaiman seperti ini merupakan bentuk manipulasi oleh para politisi demi pencitraan politiknya.Implikasinya,substansi pemekaran dalam kenteks manajemen direduksi menjadi arena perebutan kekuasaan.Oleh karenanya pembentukan provinsi Kalimantan Utara ini terkesan menjadi jualan “murahan” para politisi.Diskursus yang lebih substansial tentang makna dan prospek pembentukan Kalimantan Utara justru terpinggirkan.
Disamping itu menurut saya pembentukan DOB yang terbentuk selama 1999-2009,yang meliputi 164 kabupaten,34 kota, dan 7 provinsi telah gagal dalam urusan tata kelola daerah dan pelayanan public.Perilaku para pemimpin di Dob itu belum berorientasi pada kesejahteraan rakyat yang merupakan salah satu tujuan dari pembentukan DOB.
Kesimpulan ini sungguh benar,saat ini yang menonjol dari pembentukan DOB itu adalah perebutan kekuasaan dan uang.Para penguasa atau elite politik setempat sibuk menebarkan pengaruh dan menggalang dukungan agar bisa menjadi kepala daerah atau anggota legislative.begitu pula yang terjadi saat ini di Kalimantan Utara,tidak sedikit para tokoh penguasa dan elite politik melakukan hal yang sama.Bukannya memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat tentang hal positif dari pembentukan Kalimantan Utara,mereka malah sibuk untuk menggalang dukungan agar pada saat peresmian nanti mereka bisa mendapatkan tempat di kursi pemerintahan.
Oleh : Aji Sapto Nugroho
Selasa, 01 Januari 2013
Standar Pelayanan Pendidikan di Era Otonomi Daerah
Pendidikan dalam arti luas telah mulai dilaksanakan sejak manusia berada pada muka bumi ini. Adanya pendidikan ialah seumuran dengan adanya manusia itu sendiri. Dengan perkembangan peradaban, berkembang pula isi dan bentuk termasuk perkembangan penyelenggaraan pendidikan. Ini sejalan dengan kemajuan manusisa dalam pemikiran dan ide-ide tentang pendidikan.
Lingkungan dan sarana pendidikan merupakan sumber yang dapat menentukan kualitas dan berlangsungnya proses pendidikan. Disini dapat dilihat adanya lingkungan yang bersifat fisik (kebendaan), sosial, dan budaya yang semuanya berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap usaha pendidikan. Kekurangan atau belum memadainya tempat berlangsungnya proses pendidikan (termasuk di dalamnya gedung sekolah) dan perlengkapan, alat-alat pendidikan, materi pendidikan, sarana olahraga dan rekreasi, kurang terbukanya anggota masyarakat, dan rendahnya penghasilan penduduk pada umumnya dapat menghambat usaha pendidikan.
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk itu, diperlukan adanya Standar nasional Pendidikan. Standar nasional pendidikan (SNP) berfungsi sebagai pedoman dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan tersebut untuk menjamin mutu pendidikan nasional. Pengelolaan satuan pendidikan, khususnya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah. Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi yang didasarkan atas SPM tersebut.
Era otonomi daerah sangat terasa dampaknya terutama pada sektor pendidikan. Kebijakan yang sebelumnya selalu terpaku pada pusat kini diberikan kewenangan pada daerah daerah. Pemerintah memalui kebijakan desentralisasi (dengan dikeluarkannya UU No. 22 tahun 1999 tentang pemerintah daerah dan UU No.25 tahun 1999 tentang perimbangan keuangan pusat-daerah) telah membawa perubahan yang cukup berarti terhadap hubungan pusat-daerah. Diharapkan yang sudah berjalan bertahun tahun itu dapat menyuburkan proses reformasi pada tingkat lokal dan memberi ruang gerak pada bidang politik, pengelolaan keuangan daerah, dan pemanfaatan sumber-sumber daya daerah untuk kepentingan masyarakat lokal, sehingga tercipta corak pembangunan baru didaerah. Desentralisasi sangat erat kaitannya dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk bagian pendidikan. Otonomi daerah yang proses implementasinya dari 1 Januari 2000 ini tidaklah berjalan mulus dan mengalami banyak kendala-kendala, baik itu pada tataran konsepsional maupun praktek-praktek lapangan yang jika tidak dilakukan perbaikan akan segera akan menghambat tujuan otonomi daerah itu sendiri. Pendidikan merupakan pilar yang sangat penting dalam membangun otoritas daerah yang sebenarnya. Desentralisasi pendidikan sebagai kebijakan politik berpengaruh pada proses pembangunan pendidikan.
Oleh : Tazqy Hidayat
Oleh : Tazqy Hidayat
Kerelatifan terletak pada Ketidakjelasan Pembahasan
Kejelasan suatu pembahasan memang bukan terletak pada definisi-definisi. Tapi pengalaman orang-orang yang membahas dengan definisi-definisi tersebut. Pemahaman kita tidak didapatkan di dalam hutan, tapi di tengah-tengah masyarakat. Tidak dibentuk oleh kita sendiri, tapi oleh situasi kondisi masyarakat. Bukan pemahaman kita yang membentuk pengetahuan kita tapi pengetahuan kita lah yang pertama-tama membentuk pemahaman kita.
Oleh karena setiap orang hidup dengan situasi kondisi yang berbeda-beda,maka masing-masing orang itu "merasakan" Pemahaman yang berbeda-beda.
misal, ide materialisme, menurut kami tidak akan bisa dipahami dengan jelas oleh seorang borjuis kecil atau yang hidup bergantung pada borjuis, apalagi seorang feodalis atau yang hidup di bawah kendali feodalis yang kolot bin kolot itu.
Materialisme hanya bisa dipahami dengan jelas dan jernih oleh kaum buruh. Yang sehari-hari hidupnya mentah-mentah dijual belikan dalam masyarakat. Dan tidak ada agama atau tuhan yang menolongnya.
Demikian juga idealisme, menurut kami tidak akan bisa dipahami dengan jelas oleh kaum buruh. Ide bahwa "Man in The Sky" adalah asing sekali. Sebab sehari-hari mereka hidup dengan mesin dan memang tuhan tidak menolong penderitaan mereka. Idealisme hanya laku bagi mayoritas borjuis kecil dan kaum feodal yang kolot. Di tengah, di antara dan di sekeliling perbedaan itu lah terletak kerelatifan-kerelatifan.
So, kebenaran itu mutlak sejauh ia sesuai dengan situasi dan kondisi orang yang memahaminya. Terutama, situasi dan kondisi ekonomi politiknya. Pengetahuan selalu bias. Kebenaran selalu bias.
Oleh : Raga Candradimuka
Oleh : Raga Candradimuka
Senin, 23 April 2012
Antusias Anak Kal-Tim Dalam Pawai di Jogja
Yogyakarta - Dalam rangka Pahargyan Pengetan 1 Abad Sri Sultan Hamengku Buwono IX (1912-2012) dan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ke-256, Kraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman beserta masyarakat Daerah Istimewah Yogyakarta telah mengadakan Kiran Budaya Mubeng Beteng (KBMB). Acara KBMB yang di gelar Minggu, 22 April 2012 Berkumpul di Alun - alun pukul 14.00 dan start pukul 15.00, dengan route perjalanan mulai start di Alun - alun utara menuju Kauman, Jl Wachid Hasyim, Jokteng kulon, Jokteng Wetan, Jl. Brigjend Katamso, Jl. Ibu Ruswo dan finish di Alun - alun utara.
Peserta yang datang sekitar 73 kontingen dengan total 4 ribu orang dari seluruh wilayah di Daerah Istimewah Yogyakarta diikuti dari beberapa komunitas, budaya masyarakat, kebun binatang, asrama pelajar/mahasiswa, perguruan tinggi negeri dan swasta dan masih banyak lagi.
Sebelum prosesi dimulai, anggota Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) dipimpin KH Abdul Muhaimin memimpin doa bersama. Prosesi kirab dilepas langsung oleh wakil Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat, GBPH Prabukusumo dan wakil Kadipaten Puro Pakualaman, KPH Tkondrokusumo dengan pengibaran bendera Gula Kelapa warna merah putih. Sebagai pembuka rombongan yang berada di barisan terdepan adalah bregada abdi dalem Purolaya Kuthogede Yogyakarta.
Kami juga salah satu dari peserta pawai mewakili dari asrama - asrama pelajar dan mahasiswa Kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Timur ikut andil dalam meriahkan acara KBMB meliputi Asrama Mahasiswa Kalimantan Timur “Mangkaliat”, Asrama Mahasiswa Kalimantan Timur “kersik Luwai”, Asrama Putri Kalimantan Timur “Ruhui Rahayu” dan Sanggar Tari Enggang Melenggang “EM”.
Teman - teman dari Kal-Tim menampilkan baju adat kebudayaan khas Kal-Tim yaitu Dayak dan Melayu, selain itu juga tarian - tarian serta musik daerah di pertunjukan seperti tarian kancet pepatay, tarian jepin untun belanai, tarian kinsak, musik jepin untun belanai dan kinsak. Selama proses pawai berlangsung tak kalah seru antusias warga memberi tepukan tangan, senyuman dan teriakan yang membuat kami begitu semangat disepanjang perjalanan, selain itu juga warga membagikan air mineral gratis sampai ada yang meminta berfoto - foto.
Antusias dari teman - teman Kal-Tim begitu besar selain sebagai Pelajar/Mahasiswa mereka juga sebagai duta pariwisata Kal-Tim, mereka beranggapan bahwa pentingnya melestarikan kebudayaan daerah agar menjadi suatu kebanggaan bersama dimana pun kita berada, selain itu juga nilai budaya tetap kita angkat sebagai mahkota tertinggi yang kita punya.
Oleh : Oky Fawzi
Senin, 09 April 2012
AKTIF BERORGANISASI..?? PENTING NGAK SIH..??
Organisasi memiliki definisi kesatuan dari berbagai orang yang bekerja untuk satu tujuan. Dari mulai brainstorming ide, rapat, nyusun anggaran, eksekusi kegiatan, sampai evaluasi, semua dipikirkan dan dikerjakan bersama – sama. Setiap anggota bagai roda mesin yang saling menggerakkan. Kalau salah satu macet,hasil akhirnya bisa tidak sesuai tujuan awal. Pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendiri di dunia ini. Mau ngak mau kita harus berinteraksi dengan orang lain di karenakan manusia itu adalah makhluk social. Salah satu cara berhubungan dengan orang lain adalah melalui organisasi.
Dalam Zaman Globalisasi ini, seseorang sekarang di tuntut untuk mempunyai keahlian – keahlian dalam berkomunikasi, bekerja sama, percaya diri, bertanggung jawab, dan lain – lain. Berorganisasi membuat kita sadar akan pentingnya sikap – sikap mental yang positif, dengan segala tanggung jawab di organisasi, kita dilatih untuk disiplin, jujur, berpikir kritis, dan mampu memanage waktu, kita juga akan semakin terlatih untuk berani membuat suatu keputusan. Sikap – sikap ini akan sangat kita perlukan nanti di dunia kerja, dan mungkin bisa membuat karir kita naik lebih cepat.
Menurut hasil survey dari berbagai lembaga, IPK mendapat peringkat no.17 dari 20 kriteria kualitas seorang mahasiswa. Bukan berarti kita mengenyampingkan IPK, akan jauh lebih baik lagi jika kita aktif dalam berorganisasi dan IPK kita juga bagus. Jika kita lulus nanti (Amien) dan ikut wawancara / interview pekerjaan, hal – hal yang paling sering di tanyakan adalah “Apakah pengalaman berorganisasi anda?”, “Aktifkah anda dalam organisasi anda?”,”Kemampuan apa yang ada dalam diri anda yang dapat anda banggakan?” jarang sekali di tanyakan “Berapakah IPK anda?”.
Aktif di organisasi mengajarkan kita untuk bertindak sesuai prosedur dalam manjemen organisasi. Menurut Hermawan Abdillah manajemen organisasi itu terdiri dari 4 bagian. Pertama, Planning yaitu titik awal, mendasar, penting, dan menentukan arah “Rencana yang gagal sama saja dengan merencanakan kegagalan”. Kedua,Organizing disinilah kita dilatih tentang management profile, management time, management system yang nantinya bermanfaat bagi kita. Ketiga, Actuating yang terdiri dari internalis, aktualisasi, dan eksistensi. Keempat, Controling meliputi input > proses > output.
Orang yang aktif dalam organisasi akan menyibukan dirinya, sehingga secara alami kita akan terbiasa untuk memanajemen waktu karena orang sibuklah yang pandai dalam memanajemen waktu. Ada sebuah kata bijak mengatakan “Berilah amanah kepada orang yang sibuk”. Jadi ngak ada ruginya kita berorganisasi malahan kita akan lebih bisa menghargai waktu dan juga tidak akan banyak waktu yang terbuang sia – sia selalu terisi dengan kegiatan – kegiatan yang manfaat. Orang yang berorganisasi juga akan senantiasa terhubung dengan orang – orang baru dan akan dikenal. Di jaman ini jaringan merupakan hal yang mutlak di butuhkan seseorang seperti yangg saya katakan di atas tadi manusia adalah makhluk sosial.Jadi ngak ada alasan kan untuk ngak berorganisasi. Menurut hemat saya aktif dalam berorganisasi itu ngak penting tapi, PENTING BANGETT.
By : Iwan Setiawan “MANGKALIAT”
Kamis, 15 Desember 2011
Artikel Online ( Munir dan Idealismenya )
Seorang pemimpin adalah panutan bagi anggotanya. Tak jarang pemimpin adalah orang yang dipilih dengan berbagai alasan dan latar belakang. Terhitung kharisma, status sosial maupun latar belakang ekonomi turut mempengaruhi seseorang untuk menjadi pemimpin. Dilain sisi, idealisme pemimpin juga turut andil bagi terbentuknya karakter anggota dan kegiatan yang dipimpinnya. Sekalipun idealisme tersebut adalah hal yang tidak jarang kontroversial bahkan membahayakan jiwa sang pemimpin.
Dalam berbagai kasus, idealisme memegang peranan penting bagi terbentuknya karakter. Ada pemimpin yang radikal, konservatif dan cenderung menutup diri terhadap perubahan. Namun ada pula pemimpin yang moderat dan mengikuti perkembangan zaman. Tidak ada yang salah memang akan kedua hal tersebut, bahkan keduanya penting agar menambah variasi dan corak kepemimpinan.
Memang ada pemimpin yang sangat memegang teguh idealismenya bahkan meregang nyawa demi mempertahankan idealisme tersebut. Lihat saja Munir yang diracun saat hendak melanjutkan study ke Amsterdam, Belanda. Munir adalah seorang aktivis HAM dan mendirikan KONTRAS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) yang terkenal vokal dan kritis terhadap berbagai pihak yang dianggapnya salah. Sekalipun lawannya tersebut adalah pihak penguasa. Teori konspirasi yang beredar adalah Munir ‘dihentikan’ langkahnya oleh mantan ketua BIN (Badan Intelejen Negara), agar tidak terlalu banyak membongkar kasus di Indonesia yang banyak melibatkan penguasa.
Bagi sebagian orang Munir adalah pahlawan yang mati dalam idealismenya membela dan menegakkan HAM di Indonesia. Dan hal itu adalah mulia, pemimpin layaknya bisa memegang teguh idealisme dan mempertahankannya secara konsisten. Sudah tidak banyak orang-orang seperti Munir di Indonesia, yang memiliki idealisme tinggi. Dan pekerjaan kita-lah generasi muda bangsa ini untuk menjadikan Munir sebagai teladan dalam mempertahankan idealismenya, sekalipun nyawa adalah taruhannya. Maka jadilah kita orang yang memiliki idealisme tinggi dan tidak plin-plan mempertahankannya.
Oleh : Ariza Raditya Z.
Senin, 12 Desember 2011
Artikel Online ( PEMANASAN GLOBAL )
Dimana saya sendiri saat ini banyak merasakan dari dampak pemanasaan global itu yaitu seperti cuaca yang tidak menentu,tingginya permukaan air laut,gundulnya hutan,muncul curah hujan yang tinggi dan sering terjadinya suatu bencana alam kecil.
Pemanasan global menurut saya sangat susah buat dihentikan, yang penting adalah bagaimana mengendalikannya agar tidak membahayakan kehidupan makhluk di bumi. Contoh saja negara kita ini mas bro yah indonesia yah bisa di bilang salah satu dari pemanasan globalnya yang sangat besar dengan pembakaran hutannya.,iyah bukan Indonesia z sih tapi buat semua Negara ,karena nasib dunia itu berada di setiap insan yang ada di muka bumi ini.iya klo menurut saya sih sadar-sadar dari setiap manusia aja…
Saya ambil contoh aja dari kerusakan hutan kita ini di Kalimantan,hutan merupakan salah satu dari paru-paru dunia.kita bisa liat aja sekarang dulu kalimantan yang terkenal dengan hutannya yang hijau,binatang yang beraneka ragam tapi apa sekarang semua musnah karena hal dari manusia yang tidak mempunyai rasa tanggung jawab dan lepas tangan terhadap semuanya.
Saya pikir saatnya untuk mengembalikan dunia ini menjadi utuh seperti sebelumnya,,bnyak yang bisa kita lakukan dengan mengembalikan lagi bumi ini kembali utuh dengan menanam hutan kembali,matikan listrik yang tidak digunakan,daur ulang barang bekas,dan banyak hal-hal yang lain lagi yang bisa kita lakukan untuk mengamblikan paru paru bumi ini menjadi utuh lagi.
Oleh : jumadi
Kamis, 08 Desember 2011
Artikel Online ( mengenai Global Warming )
Global Warming atau Pemanasan Global. Apa yang anda pikirkan setelah melihat dan membaca kalimat ini? Ya, semua orang pasti memikirkan masalah besar yang kini dialami oleh bumi kita tercinta ini. Suhu memanas, alam berubah drastis, es dikutub mencair dan masalah-masalah buruk lainnya yang sampai-sampai mengaitkannya dengan akan terjadinya musibah besar seperti kiamat dikarenakan oleh pemanasan global ini. Pertanyaannya adalah, percayakah anda dengan global warming ini? Apakah anda termasuk orang-orang yang menentang masalah ini? Itu semua tergantung pemikiran anda.
Disini saya akan sedikit memaparkan pendapat saya mengenai masalah tersebut diatas (global warming). Tidak sebagai orang yang percaya tetapi sebagai penentang. Saya menyebut masalah ini dengan “Konspirasi orang-orang barat”.
Pernahkan anda menyaksikan film berdurasi kurang lebih satu setengah jam yang berjudul “An Inconvenient Truth”. Film yang dibuat berdasarkan pemikiran dari seorang aktifis lingkungan serta milioner berkebangsaan Amerika bernama Al Gore. Jika kita orang awam saat menyaksikan film ini pasti berpikir “wah” dengan berbagai macam pemaparan dari Al Gore mengenai hal-hal yang menyebabkan terjadinya pemanasan global dan jelas-jelas mengkambing hitamkan manusia sebagai penyebab terbesarnya. Banyak ilmuwan-ilmuwan ternama yang menentang dan sangat menentang hal-hal yang dipaparkan oleh Al Gore dari film dokumenternya itu. Salah satu yang menentang adanya masalah pemanasan global ini adalah manusia kedua yang menginjakkan kakinya di bulan yaitu Edwin Aldrin. Mengenai film serta pendapat-pendapat dari kalangan ilmuwan mengenai hal ini mungkin bisa lebih banyak anda temukan pada search engine Google.
Banyak hal-hal yang saya pikir ganjil mengenai masalah global warming ini. Contohnya saja negara-negara kecil dan berkembang yang ada dibelahan dunia selalu diingatkan untuk selalu menjaga hutannya, menanggulangi masalah-masalah emisi karbon, pembuangan limbah serta hal-hal kecil seperti mengurangi penggunaan listrik, kendaraan bahkan penggunaan spray, baik itu parfum, semprotan nyamuk dan sebagainya. Sedangkan kontras dengan negara-negara maju dibelahan lain dunia yang menggemerlapkan kotanya dengan lampu-lampu indah selama 24 jam setiap hari tanpa henti, menggunakan kendaraan sesukanya, memangkas hutan-hutannya digantikan gedung-gedung pencakar langit dan lain sebagainya.
Terimakasih kepada paman Google yang memberikan informasi bahwa orang-orang yang percaya dengan pemanasan global ini mengatakan bahwa kadar karbondioksida di atmosfer telah meningkatkan suhu global. Tetapi menurut penelitian beberapa ahli seperti journal science pada tahun 2005 menyebutkan bahwa peningkatan suhu bumilah yang memicu peningkatan kadar karbondioksida. Hal ini juga diperkuat dengan adanya penemuan terbaru NASA bahwa perubahan suhu bumi dalam beberapa dekade ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas badai matahari. Penemuan ilmuwan lain mengatakan bahwa peningkatan suhu bumi juga terjadi akibat peningkatan aktivitas gunung api bawah laut dan sistem arus laut yang kompleks, bukan karena anda setiap selesai mandi menggunakan parfum spray atau tidak mencabut colokan charger anda pada portal listrik setelah tidak digunakan lagi. Dan satu lagi, ketika kita, manusia dianggap sebagai kambing hitam penyebab pemanasan global, EPA (Environmental Protection Agency) memperkirakan bahwa 25% emisi gas metana yang dilepas ke Atmosfer berasal dari kotoran ternak. Ternyata kambing sendirilah yang sebenarnya kambing hitam masalah ini. Jadi sangat aneh jika manusia yang selalu disalahkan atas dampak buruk dari perubahan bumi ini.
Kenyataannya suhu bumi hanya berubah sekitar 1 derajat Fahrenheit dalam tempo satu abad (sumber:Google). Kita ketahui juga bahwa sejak dulu bumi mengalami periode jaman es dan kembali menghangat tanpa campur tangan dari kita. Jadi pada kesimpulannya semua ini merupakan proses dari perputaran dari palnet bumi sendiri. Saya pikir ini merupakan hal yang normal terlepas dari masalah-masalah yang dilakukan manusia. Bukan menentang tetapi saya sendiri sangat mendukung mengenai pola hidup yang lebih baik dengan menggunakan listrik seperlunya, menggunakan bahan bakar secukupnya dan sebagainya untuk belajar menjadi manusia yang bersih dan menjadi bersahabat dengan alam. Ini juga merupakan salah satu cara kita untuk menjaga bumi kita sendiri.
Oleh : Reza Rahmadillah
Minggu, 04 Desember 2011
Artikel Online ( MEMBANGUN SIKAP KEPEMIMPINAN )
Kepemimpinan bukanlah sekedar masalah prestise atau jabatan yang dimiliki.bukan hanya sekedar posisi atau seberapa besar gaji yang diperoleh,dan bukan pula sekedar memiliki pengetahuan intelektual yang tinggi.tetapi kepemimpinan adalah sebuah tindakan nyata dan lebih merupakan hasil dari proses panjang dan pengembangan karakter dalam diri seseorang. ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya membentuk karakter yang kokoh dan ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh bagi lingkungannya,serta keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya,pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati.Jadi pemimpin bukanlah sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari diri seseorang. Setiap orang mempunyai kapasitas untuk menjadi pemimpin, baik bagi dirinya, keluarganya, lingkungan pekerjaan, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya.
read more...
Kepemimpinan, menuntut suatu transformasi dari dalam (hati) dan perubahan karakter seseorang. Untuk menjadi pemimpin sejati yang mampu meraih kesuksesan diperlukan lebih dari sekedar memiliki kemampuan intelektual mengenai kepemimpinan. Harus ada keseimbangan antara kemampuan intelektual dengan kepemilikan karakter pribadi yang yang baik yang dibangun dari pengembangan kualitas kemampuan emosional dan spiritual. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin agar diterima oleh rakyat atau kelompok yang dipimpinnya. Seorang pemimpin sejati selalu mencari alternatif baru, mengembangkan problem menjadi sebuah tantangan, menganalisis suatu kondisi (SWOT ; Strenght, Weakness, Opportunity, and Treath) dan menemukan solusi kreatif, menghargai pembaharuan dan berani mencoba hal baru yang sulit, serta seorang pemimpin juga harus berpikir Divergen, yaitu berpikir kedepan, mempunyai visi dan misi yang jelas, memiliki pandangan global, selalu mencari solusi-solusi dan kemungkinan-kemungkinan yang ada (Possible Answer). Karena pemimpin bisa dikatakan adalah seorang master of possibilities, dan salesman of purpose Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang pelatih dan pendamping bagi orang-orang yang dipimpinnya (Performance Couch). Artinya dia mempunyai kemampuan untuk menginspirasi, mendorong dan “memampukan” anak buahnya dalam menyusun perencanaan maupun melakukan kegiatan dilapangan.
Oleh : Azy Nugroho Lockhness
Kamis, 01 Desember 2011
Artikel Online ( Sisi Positif Pluralisme di Lingkup Sosial )
Pluralisme adalah sebuah kata serapan dari bahasa ingris yaitu pluralism, pluralism itu sendiri terdiri dari dua kata yakni: plural yang berarti beragam, dan isme yang berarti faham, jadi pluralism berarti paham yang beragam. Namun menurut pandangan saya jika mengacu pada penjelasan di atas maka pluralisme berarti sebuah paham dimana perbedaan atau keberagaman merupakan sesuatu yang harus dihormati dan di hargai.
read more...
Dalam lingkup sosial yang modern ini pluralisme merupakan salah satu senjata ampuh untuk menghindari konflik konfik yang akan terjadi pada kelompok-kelompok yang “beragam”. Penghargaan terhadap keragaman bukan hanya menjdai senjata ampuh untuk menghindari konflik, tetapi juga dapat berperan sebagai tongkat penyanggah kerjasama antar masyarakat.
Dengan terbentuknya penerimaan terhadap keragaman masyarakat pada tiap anggota masyarakat maka dengan sendirinya akan muncul paradigma yang menyetujui bahwa setiap individu memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing. Dan seiring proses tersebut setiap anggota masyarakan akan mendapatkan posisi yang sesuai dengan dirinya di masyarakat itu. Setiap anggota masyarakat dapat kesempatan berkembang yang maksimal dan lingkungan masyarakat itu pun akan berkembang pesat dengan sendirinya.
Di lingkungan sosial AMKT Mangkaliat dibutuhkan pluralisme. Pluralisme bisa menjadi landasan yang sangat kokoh untuk menciptakan suasana harmonis di lingkungan AMKT Mangkaliat. Jika semua anggota dapat menerima perbedaan yang ada, anggota bukan hanya mendapatkan kesempatan untuk menghindari konflik yang tidak perlu, tapi anggota juga punya kesempatan lebih untuk “memanfaatkan” anggota lain untuk memenuhi “kebutuhan” dirinya sendiri.
Oleh : Arief Nugraha
Rabu, 30 November 2011
Artikel Online ( Mengupas Sedikit Tentang Makhluk Asing )
Di jaman dulu hingga sekarang, masih banyak orang yang bimbang oleh keberadaan Alien atau UFO atau makhluk asing. Ada sebagian yang mengatakan bahwa Alien atau UFO itu ada. Tetapi sebagian masyarakat membantah keberadaan makhluk atau benda tersebut.
Kira – kira yang bener yaa...???
read more...
Kira – kira yang bener yaa...???
Nah, disini saya mencoba menyinggung sedikit tentang keberadaan makhluk atau benda asing tersebut. Banyak dari kita bertanya-tanya apakah UFO itu,darimana asalnya, apakah mereka nyata, apakah mereka akan menyerang bumi, dan masih banyak lagi. Di Indonesia, terdapat suatu golongan yang mendeskripsikan tentang keberadaan UFO yang disebut dengan BETA ( Benda Terbang yang Aneh ). J. Salatun mulai menggunakan istilah BETA sejak tahun 1960-an hingga sekarang. Mereka mendiskripsikan hal-hal apa yang aneh di luar angkasa termasuk juga dengan kehidupan di luar angkasa yang tidak tentu kebenarannya. Pertanyaannya sekarang, apakah UFO itu ada...???
Secara fenomena, UFO itu ada. Dari fenomena Crop Cirle, benda terbang di langit, serta penemuan-penemuan benda aneh yang di duga oleh saksi mata bahwa itu adalah ulah Alien atau makhluk asing yang tidak dapat didenifisikan keberadaan nyatanya. Banyak juga dari sebagian orang yang menyatakan bahwa kalau fenomena-fenomena yang terjadi di dunia ini hanya lah buatan manusia atau rekayasa. Contohnya saja fenomena Crop Circle. Banyak orang yang terkagum-kagum dengan fenomena tersebut karena berbentuk seperti gambar-gambar seperti simbol dengan ukuran yang mencapai hektar. Dari sekian banyak orang yang mengabadikan fenomena tersebut lewat foto, banyak juga dari mereka yang tidak percaya dengan fenomena tersebut. “ Palingan cuman dibuat sama orang aja biar dunia ini geger “. Begitulah kira-kira kata orang-orang yang bersikeras mempertahankan pendapatnya bahwa Alien alias UFO alias makhluk asing tersebut.
Sejauh ini, masih banyak fenomena-fenomena yang terus berdatangan ke dunia ini dengan modus UFO alias Alien tersebut. Hingga beberapa masyarakat bahkan menyimpulkan bahwa makluk yang tidak jelas keberadaannya tersebut mempunyai markas atau pangkalan di alam semesta ini termasuk juga di bumi. Banyak dugaan-dugaan yang diperkirakan digunakan menjadi markas makhluk asing ini, seperti rongga-rongga bumi, di daerah yang tidak terdapat pemukiman sedikit pun, di ruang angkasa dengan kapal induk seperti yang nampak di dalam serial-serial televisi, hingga dugaan yang paling kuat didasar laut yang tidak terjangkau tangan manusia, lebih tepatnya masyarakat menduga di dasar laut “ Segitiga Bermuda “.
Sekarang, banyak film-film yang berkategori sci-fi dengan modus alien. Bukan hanya film-film yang kita saksikan di bioskop-bioskop atau di televisi, tapi banyak juga pencipta-pencipta komik yang senang mengangkat cerita tentang makhluk asing tersebut. Tentu saja mereka tidak menceritakan dengan nyata apakah alien itu benar-benar ada. Tetapi mereka hanya membuat cerita dengan alur-alur yang fiksi dan juga didukung dengan struktur alien yang menyerupai dengan bentuk alien. Meskipun sudah menjadi buah bibir ditengah sebagian masyarakat, namun tetap saja belum ada kepastian yang benar-benar disepakati apakah UFO itu ada atau tidak.
Nah, bagi anda yang percaya dengan keberadaan makhluk ini tidak menjadi masalah. Setiap orang memang memiliki karakter pemikiran yang berbeda-beda. Jadi, wajar saja jika anda berbeda pendapat dengan yang lainnya karena itu memang manusiawi. Terserah pada anda mau percaya atau tidak dengan keberadaan makhluk ini. Yang jelas, hanya tuhan yang tahu...iya kan broo..??
Oleh : Dhani
Kamis, 24 November 2011
Artikel Online ( save our kaltim )
Kaltim merupakan salah satu provinsi yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Salah satunya ialah batu bara. Banyak investor lokal maupun mancanegara yang berdatangan untuk melakukan pertambangan di daerah ini. Di kaltim sendiri izin usaha pertambangan (IUP) ada 1272 banyaknya.
dari sekian banyak perusahaan yang beroperasi di Kaltim tentu ada yang taat dengan perjanjian operasi, tapi ada pula yang tidak taat atau ingkar. Nah, yang tidak taat inilah sebagai dalang penyebab kerusakan lingkungan di Kaltim. Hal ini melanggar UU no 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, aktivitas pertambangan batu bara yang sengaja melakukan kerusakan terhadap lingkungan serta melanggar dari ketentuan pertambangan, maka pengusaha bersangkutan dapat dipidanakan. Jika pelanggaran dan kerusakan lingkungan yang diakibatkan tambang itu terbilang berat, maka pengusaha bisa dipidanakan. Namun apabila pelanggaran masuk kategori ringan atau sedang, maka Pemkot akan memberikan pembinaan hingga kepada peringatan.namun hal ini tidak sama dengan kenyataannya. Bisa kita ambil contoh di samarinda. Pemkot hanya melakukan “gertak sambal” ketika mengatakan akan menindak perusahaan tambang yang merusak lingkungan. karena sejak Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) samarinda terbentuk tahun 1999 hingga saat ini, Pemkot tak pernah bertindak tegas terhadap pengusaha tambang, apalagi sampai dengan memidanakan
Setiap perusahaan, sebenarnya wajib membuat perjanjian untuk menjaga lingkungan sekitar, sebelum memperoleh izin operasi. Contoh misalnya perusahaan tambang batu bara. Sebelum mendapatkan IUP, wajib menandatangani perjanjian penambangan atau mining agreement. Sesuai dengan UU Minerba no 4 tahun 2009. Ini terkait konsistensi mereka terhadap upaya reklamasi dan revegetasi atau mengembalikan struktur lapisan tanah seperti sebelum ditambang.
Nyatanya? Yang kita lihat ketika batu baranya habis diekspolitasi, perusahaan pergi malah tanpa melakukan tanggungjawabnya terhadap kelestarian lingkungan sesuai perjanjian. Akhirnya hanya kerusakan lingkunganlah yang kita terima.
Pemprov sendiri melalui BLH akan terus melakukan pengawasan terhadap semua perusahaan untuk melaksanakan perjanjian operasinya. Nantinya, menurut dia, hasilnya akan diberikan bendera penilaian BLH yang harus dipasang di kantor setiap perusahaan, dan masing-masing penilaian dilambangkan dengan warna bendera mulai dari kuning hingga hitam sebagai yang terburuk.
setiap perusahaan harus melaksanakan penelitian tentang dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas mereka. Artinya, mereka wajib mematuhi Analisis Mengenai Dampak lingkungan (AMDAL), yang dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan berpengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya.
bahan pertimbangan bagi hasil yang tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan bisa kita lihat dari perusahaan KPC. KPC tiap tahun menimbulkan kerugian lingkungan senilai Rp 1,7 triliun. Padahal Kutai Timur yang menjadi wilayah operasional KPC, hanya kebagian Rp 800 miliar per tahun dari bagi hasil migas. Sungguh perbandingan yang sangat tidak memadai. Bagaimana Kutim akan membiayai perbaikan lingkungannya
kerugian yang ditanggung warga Kutim di sepanjang Sungai Sangatta, akibat keruh dan tercemarnya sungai ini. Warga harus membeli pembersih air, yang nilainya puluhan miliar per tahun. Kukar dan Samarinda setali tiga uang, mencapai ratusan miliar rupiah setahun.
Oleh : Tazqy Hidayat
dari sekian banyak perusahaan yang beroperasi di Kaltim tentu ada yang taat dengan perjanjian operasi, tapi ada pula yang tidak taat atau ingkar. Nah, yang tidak taat inilah sebagai dalang penyebab kerusakan lingkungan di Kaltim. Hal ini melanggar UU no 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, aktivitas pertambangan batu bara yang sengaja melakukan kerusakan terhadap lingkungan serta melanggar dari ketentuan pertambangan, maka pengusaha bersangkutan dapat dipidanakan. Jika pelanggaran dan kerusakan lingkungan yang diakibatkan tambang itu terbilang berat, maka pengusaha bisa dipidanakan. Namun apabila pelanggaran masuk kategori ringan atau sedang, maka Pemkot akan memberikan pembinaan hingga kepada peringatan.namun hal ini tidak sama dengan kenyataannya. Bisa kita ambil contoh di samarinda. Pemkot hanya melakukan “gertak sambal” ketika mengatakan akan menindak perusahaan tambang yang merusak lingkungan. karena sejak Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) samarinda terbentuk tahun 1999 hingga saat ini, Pemkot tak pernah bertindak tegas terhadap pengusaha tambang, apalagi sampai dengan memidanakan
Setiap perusahaan, sebenarnya wajib membuat perjanjian untuk menjaga lingkungan sekitar, sebelum memperoleh izin operasi. Contoh misalnya perusahaan tambang batu bara. Sebelum mendapatkan IUP, wajib menandatangani perjanjian penambangan atau mining agreement. Sesuai dengan UU Minerba no 4 tahun 2009. Ini terkait konsistensi mereka terhadap upaya reklamasi dan revegetasi atau mengembalikan struktur lapisan tanah seperti sebelum ditambang.
Nyatanya? Yang kita lihat ketika batu baranya habis diekspolitasi, perusahaan pergi malah tanpa melakukan tanggungjawabnya terhadap kelestarian lingkungan sesuai perjanjian. Akhirnya hanya kerusakan lingkunganlah yang kita terima.
Pemprov sendiri melalui BLH akan terus melakukan pengawasan terhadap semua perusahaan untuk melaksanakan perjanjian operasinya. Nantinya, menurut dia, hasilnya akan diberikan bendera penilaian BLH yang harus dipasang di kantor setiap perusahaan, dan masing-masing penilaian dilambangkan dengan warna bendera mulai dari kuning hingga hitam sebagai yang terburuk.
setiap perusahaan harus melaksanakan penelitian tentang dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas mereka. Artinya, mereka wajib mematuhi Analisis Mengenai Dampak lingkungan (AMDAL), yang dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan berpengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya.
bahan pertimbangan bagi hasil yang tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan bisa kita lihat dari perusahaan KPC. KPC tiap tahun menimbulkan kerugian lingkungan senilai Rp 1,7 triliun. Padahal Kutai Timur yang menjadi wilayah operasional KPC, hanya kebagian Rp 800 miliar per tahun dari bagi hasil migas. Sungguh perbandingan yang sangat tidak memadai. Bagaimana Kutim akan membiayai perbaikan lingkungannya
kerugian yang ditanggung warga Kutim di sepanjang Sungai Sangatta, akibat keruh dan tercemarnya sungai ini. Warga harus membeli pembersih air, yang nilainya puluhan miliar per tahun. Kukar dan Samarinda setali tiga uang, mencapai ratusan miliar rupiah setahun.
Oleh : Tazqy Hidayat
Rabu, 23 November 2011
Artikel Online ( IDEALISME sebagai TIANG KEPEMIMPINAN )
PEMIMPIN. Kata yang membuat saya terdiam dan menghentikan kegiatan di kamar 1 dan mencoba untuk memikirkan arti penting dari PEMIMPIN. Seseorang yang bisa menggerakkan satu individu atau lebih. Seseorang yang bisa merubah apa yang dikatakan oleh dunia. Sebelum kita mengarah ke peran - peran penting pemimpin.
“ada pemimpin yang di lahirkan,ada pemimpin yang di ciptakan dan ada pemimpin yang tidak di butuhkan”(bruce&stan,2001)
“seorang bos mengatakan kerjakan!..sedangkan pemimpin menunjuk apa yang bisa dia kerjakan” (Pouzes & couner,1987)
Ada banyak definisi pemimpin yang di artikan orang terkemuka di dunia. Pasti nya ada definisi kita sendiri tentang pemimpin, menurut saya pemimpin adalah seseorang yang menarik, mampu mengkoordinir dan memeluk peran individu dalam suatu perkumpulan /kelompok.
Setelah kita mengetahui arti pemimpin seorang pemimpin harus memiliki sifat idealisme yang sangat tinggi karena para pemimpin sekarang sangat banyak mengobral janji - janji manis bukan bukti. Seorang pemimpin harus bertanggung jawab atas janji - janji nya yang telah di berikan kepada sekelompok individu/masyarakatnya.Pemimpin adalah icon masyarakat,pemimpin adalah cerminan masyarakat,pemimpin adalah wakil rakyatnya.Jika seorang pemimpin telah melanggar peraturan yang ada hukumlah yang seharusnya memang pantas untuk di tegakkan jangan toleransi yang selalu bertindak.Pemimpin yang idealis mampu mensejahterakan ,adil,memajukan memakmurkan.
Yang di lakukan sekarang pemuda pemudi Indonesia untuk menyaring apa yang di kembangkan dunia apa yang di tawari dunia saat ini karena perkembangan ERA GLOBALISASI sudah semakin pesat dan dapat merusak tingkah laku , mengurangi cara berpikir para muda mudi untuk menjadi seorang pemimpin,mengurangi sifat berlomba lomba untuk mendapatkan sesuatu.
Tetap taat pada peraturan tidak menutup kemungkinan perindividu dapat membuat bangsa/Negara ini damai dan tentram.Yang perlu di sadari para pemuda saat ini pemuda tidak boleh lepas tangan untuk permasalahn bangsa dan Negara ini karena kokohnya suatu Negara karena campur tangan pemuda dan pemudinya yang berani terjun ditengah – tengah permasalahan masyarakat.
Oleh : Mohamad Topan Samudra
Subscribe to:
Postingan (Atom)

















