Tampilkan postingan dengan label Kesan Pertama di Mangkaliat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesan Pertama di Mangkaliat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Desember 2013

Kesan Jumpa Pertama di Mangkaliat

Namaku Muhammad Fadel Rivai biasa dipanggil Fadel, asal dari tarakan. Aku ingin menceritakan kesanku di Asrama Mahasiswa Kalimantan Timur “Mangkaliat”. Pada saat aku memutuskan untuk berkuliah di Yogyakarta, mamaku menyarankan agar aku tinggal di asrama, untuk belajar berorganisasi dan sebagainya. Pamanku pun menyarankan agar aku tinggal diasrama Mangkaliat dan kebetulan teman sekolahku yaitu Iqbal ternyata juga memutuskan untuk tinggal di Mangkaliat. Iqbal lebih dulu berangkat ke Jogja kemudian setelah beberapa hari baru aku menyusul kesana, tetapi aku yang lebih dulu tinggal diasrama. Aku dan mamaku berangkat ke Jogja dari Tarakan pada tanggal 28 Mei 2013 pukul 07.00 WITA dan sampai di Jogja tepatnya bandara Adisucipto pada pukul 12.15 WIB. Kemudian kami mencari rumah makan diantar oleh teman ayahku yang bekerja di Jogja setelah itu ke Mangkaliat, pada awalnya kami kebingungan untuk mencari alamat Mangkaliat, jadi kami pergi ke Asrama Mahasiswa Kalimantan Timur “Kresik Luwai” untuk menanyakan alamat asrama Mangkaliat. Kami pun ditemani salah satu senior asrama Kresik ke asrama Mangkaliat. Orang yang pertama kali menyambutku dan mamaku diasrama Mangkaliat adalah bang Iwan, dan pada saat itu kami ditempatkan dikamar 1. Pada awalnya aku lebih suka dikamar terus karena masih canggung dengan suasana asrama mangkaliat. Malah mamaku yang lebih aktif bersosialisasi tidak hanya dengan anak asrama tetapi dengan warga sekitar asrama, baru aja kenalan tapi mamaku sudah ngajak salah satu warga untuk menemani mamaku ke pasar bringhardjo. Saat aku baru pertama di Mangkaliat, aku pikir Cuma aku aja yang anak baru, ternyata sudah ada tiga anak baru yang menempati asrama Mangkaliat. dua diantara mereka aku pikir adalah senior karena muka mereka yang tua-tua. Dan diantara semua penghuni Mangkaliat, bang dhani lah yang membuatku bingung. Kok bisa ada orang papua di asrama kaltim itulah yang ada dibenakku, tapi setelah mengenal bang Dhani, ternyata orangnya asyik, seru dan gokillah pokoknya. Ada banyak pengalaman seru yang aku dapatkan di Mangkaliat dan belum tentu aku dapatkan ditempat lain. Seperti bersama abang-abang dan sesama anak baru pergi ke pantai Pok Tunggal, Water World Pandawa yang ada di Solo, mengikuti acara-acara yang diadakan oleh asrama Mangkaliat dan Mesjid Jami Al-Jihad, nongkrong bareng dengan para penghuni asrama Mangkaliat, bertemu dengan Mahasiswa-mahasiswa lain yang juga tinggal diasrama, serta ikut menjadi panitia acara yang diadakan oleh tiga asrama yaitu asrama Mangkaliat, asrama Lampung dan riau. Semoga asrama Mangkaliat dapat terus melaksanakan kegiatan-kegiatan positif dan kreatif yang dapat memberi banyak ilmu bagi para penghuninya. 

Penulis : M. Fadel Rivai

read more...

Kesan Cerita Beta di Mangkaliat

Pada tanggal 2 Mei 2013, yaitu pada awalnya ketika pertama kali menginjakkan kaki di Asrama Mangkaliat, saya bersama sepupu saya Mario di antar menuju Asrama oleh teman dari kakak saya. Lalu kami disambut oleh para senior yang kebetulan lagi berada di Asrama yaitu Abang Tazqy Hidayat dan Abang Deny Kawirian R. Kami ditawarkan untuk menempati 2 kamar yaitu kamar 1 dan 9. Saya memilih kamar 9 bersama Abang Tazqy sedangkan sepupu saya memilih untuk menempati kamar 1 bersama Abang Ariza Raditya. Pada hari pertama saya tidak bisa tidur lantaran dikamar 9 ternyata tempat teman-teman asrama berkumpul dan bermain game. Akhirnya saya mengungsi ke kamar 8 untuk tidur pada saat itu. Dua hari setelah saya tiba giliran sepupu saya yang tak lain ialah saudara kembar Mario yaitu Gavin datang ke asrama. Hari demi hari berlalu dan ketika seminggu berlalu akhirnya saya bisa sedikit mengetahui kegiatan apa aja yang ada di asrama. Mulai dari kegiatan harian maupun mingguan seperti: sholat magrib berjamaah di hari senin dan kamis, tadarusan di hari senin setelah sholat maghrib dan yasinan di hari kamis, piket harian dan mingguan dan masih banyak lagi. Kegiatan pertama semenjak pertama kali masuk di asrama yaitu silaturahmi ke Asrama Ruhui Rahayu. Disana kami diperkenalkan kepada teman-teman cewek dari kaltim, bisa dikatakan perkenalan saat itu menarik karena kami seakan di interogasi. Gavin pada saat itu disuruh menyanyi dan akhirnya dia menyanyikan lagu “Home – Westlife”. Waktu terus berlalu dan banyak sekali pengalaman menarik yang saya dapatkan di Asrama. kegiatan RDM (Ramadhan Di Mangkaliat), Idul Adha dan masih banyak lagi kegiatan lainnya kami lakukan. Suka duka juga kami lalui di Asrama Mangkaliat ini. Hingga tiba saatnya masa seleksi calon anggota baru. Ada 3 tahap yang harus kami lalui yaitu yang pertama keseharian kami dipantau, ada kegiatan harian yang mesti kami lakukan seperti sholat subuh dan maghrib di Masjid, belajar, dan tidak boleh begadang. Yang kedua yaitu presentasi. Presentasi diadakan 2 hari dan para calon anggota baru dibagi menjadi 2, 3 orang di hari pertama dan 3 orang di hari kedua. Saat itu kami juga membentuk organisasi bernama ICA(Ikatan Calon Anggota) Mangkaliat. Yang ketiga yaitu wawancara, saat wawancara banyak sekali penilaian-penilaian yang diberikan oleh Senior terhadap saya dan teman-teman calon anggota baru. Wawancara dilaksanakan 2 hari. Lalu setelah itu tibalah malam penerimaan calon anggota baru. Kami dibangunkan pada jam 2 malam dan ditutup mata kami, dibawa mengelilingi wilayah tempat kami tinggal dan juga nyali kami diuji di Pemakaman Cokrodiningratan. Kami semua calon anggota baru berjumlah 6 orang yaitu saya, Gavin, Mario, Iqbal, Fadel, dan Budi diterima menjadi anggota baru Asrama Mangkaliat.  Penulis  : Ade Rizki

read more...

Kesanku du mangkaliat

Pertama kali yang saya pikir sebelum ke mangkaliat itu ialah bentuk bangunannya yang betingkat terus rame dipinggir jalan, yah bisa dibilang menghayal sebelum ada yang nyata hehe. Tepat pada tgl 6 mei 2013 ternyata yang saya pikir sebelumnya itu jauh berbeda dengan apa yang saya lihat, bentuk yang sederhana dan orang orang yang ramah yang saya lihat pertama kali datang dan menginjakkan kaki di mangkaliat. Awalnya masih canggung buat berbaur karna belum tau watak abang abang yang ada di asrama tapi waktu terus berjalan dan sayapun makin akrab sama abang abang yang di asrama, ketawa, becanda, dan ada seriusnya juga. 4 bulan perjalanan saya diasrama, tepat awal oktober disitu saya bisa mengerti arti asrama, orang orangnya, dll. Oktober gila, kenapa saya bilang oktober gila karena dibulan itu saya diuji (seleksi calon anggota) dimana saya mengurus pribadi yang baik, prilaku yang baik, kuliah yang baik, dan masih banyak lagi pengetahuan pengetahuan yang belum saya tau atau belum saya dapat sebelumnya. Hal yang gila lainnya yaitu wawancara, dimana pas saya diwawancara itu saya benar benar berfikir buat apa saya hidup selama ini, apa guna saya selama ini, apa yang telah saya lakukan selama ini. Akan tetapi karena wawancara itu saya lansung bisa berfikir ternyata masih banyak pengetahuan yang saya harus ketahui, masih ada jalan untuk mengetahui semuanya dan saya benar benar berterima kasih kepada abang abang dimangkaliat yang telah member saya kritik dan saran, karena itu saya jadi sadar semuanya. Masih dibulan oktober tepatnya akhir bulan oktober dimana disitu saya cukup deg degkan untuk menunggu hasil diteriman apa tidaknya diasrama. Sebenarnya saya tidak memikirkan diterima apa tidaknya diasrama tetapi saya lebih bersyukur lagi kalau diterima diasrama. Malam penerimaan calon anggota mangkaliat tepatnya jam 1 malam, awalnya saya fikir ini gila karena apa, karena saya belum pernah berfikir sebelumnya untuk diculik dan parahnya lagi disuru masuk kuburan gila saya belum pernah sama sekali masuk kuburan sendiri dan malam itu saya lakukan. Setelah penculikan itu saya dan teman teman sesama calon anggota dibawa ke atas asrama nah disitulah puncak penerimaan calon anggota mangkaliat menjadi anggota. Disitu saya berfikir gimana perjuangan saya dan juga teman teman melalui masa masa yang saya bilang gila tersebut, dan hasilnya saya diterima menjadi anggota asrama mangkaliat. Saya benar benar berterima kasih kepada abang abang asrama atas ilmu yang mereka berikan kepada saya yang saya tidak bisa lupakan dipengalaman hidup saya, sekali lagi terima kasih.

Penulis : Luhur Budiman

read more...

Kesan Kisah - Kasih di Mangkaliat

Assalamualaikum Wr Wb, perkenalkan nama saya Muamar Ahmad, lahir di penajam tanggal 23 April 1995 anak bungsu dari pasangan H Bahruni & Hj Hasiah Kuliah di UII Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi UII 2013, Kesan selama selama tinggal di mangkaliat. Saat awal masuk, saya kesini bersama sepupu saya Ade Rizki dan yang pertama menyambut kami, bang Deni Neymar dan sampai di Asrama bang Tasqy mengajak kami mengobrol seputar Asrama, kemudian kamar pertama yang aku sambangi itu kamarnya bang Reza Rahmadillah, dan kemudian aku dipindah ke Kamar satu, kamarnya bang Adit & bang Topan sampai sekarang, dan kemudian sesuai saran bang Deny Neymar & bang Tasqy satu per satu penghuni asrama yang aku temui ku ajak kenalan, sembari kenalan aku perhatikan bagaimana watak mereka satu per satu, tapi setelah lama berlalu sampai sekarang watak mereka berbeda dari apa yang aku duga. Setelah waktu berlalu begitu lama sekitar 6 bulan, tiba saatnya bagi calon anggota penghuni asrama untuk menunjukkan skill, kemauan, tekad & jiwa kebersamaan yang besar untuk masuk ke AMKT Mangkaliat. Tahap awal seleksi, menurutku tes tahap awal ini untuk menguji kesabaran kami dengan kegiatan rutin Maghrib-Subuh di Masjid Setiap hari dll, dan tahap kedua tes Presentasi, itu kami diberi tugas untuk membuat makalah dahulu dengan 3 Tema Kalimantan Timur, Asrama & Yogyakarta. Setelah makalah selesai, kami diberi tugas untuk membuat acara presentasi itu sesuai konsep apa yang kami jalankan nantinya dalam waktu 5-6 hari, kami Calon Anggota Mangkaliat membuat kesepakatan untuk berunding dulu tentang bagaimana konsep acara presentasi kami nantinya, beruntung anggota Mangkaliat ada yang mendampingi kami dan kami juga bertemu dengan 2 alumni dan 1 anggota Mangkaliat di tempat kami mengatur konsep jalannya acara presentasi nanti, yaitu Semesta. Dan di tempat itu juga ICAM terbentuk pertama kali, terima kasih 2 anggota & 2 alumni yang sudah membantu kami mengatur konsep acara dan juga Anggota asrama yang membantu kami mempersiapkan Acara Presentasi hingga selesai. Dan tahap terakhir adalah Wawancara, sesi ini kami calon anggota asrama di wawancara satu per satu oleh anggota asrama, dan semua watak juga perilaku anggota asrama berubah dalam sesi wawancara ini, ada satu pernyataan yang kusuka dan memotivasiku untuk memperjelas apa tujuanku kuliah di jogja. Setelah tahap wawancara yang pertama usai, wawancara keduapun dimulai, sesi yang kedua ini semua calon anggota bersama-sama diwawancarai oleh semua anggota asrama, menurutku sesi yang inilah yang kubenci, karena pernyataan dari beberapa calon anggota membuktikan bahwa memang benar apa yang dikatakan anggota asrama bahwa calon anggota Mangkaliat tahun ini itu semuanya Individualis. Setelah beberapa hari, aku dan yang lain mungkin tidak menyangka kalau tengah malamnya itu kami semua diculik untuk di Ospek, ospeknya tidak main-main men! Kuburan dan Disiram tngah malam, Gila!. Tapi, seru juga apa yang dilakukan anggota dan abang-abang senior asrama. Setelah semua itu, Aku resmi jadi anggota asrama dan ditunjuk sebagai Staff Divisi Rumah Tangga, dan inilah jabatan pertamaku di AMKT Mangkaliat ini, semoga Aku Muamar Ahmad dan nama Panggilanku Mario D’ Caprio bisa menjaga amanah ini.  penulis  : Muamar Ahmad

read more...

Kesan Rumah Baru di Mangkaliat

28 mei 2013, hari dimana aku pertama kali datang ke Asrama Mangkaliat. Awalnya aku berpikir kalau asrama Mangkaliat berada di pinggir jalan dan merupakan sebuah bangunan besar. Ternyata, apa yang aku pikir berbeda dengan kenyataanya. Untuk bisa ke asrama Mangkaliat, aku harus melewati gang kecil yang hanya bisa dilalui oleh satu motor dan juga ternyata bentuk bangunan asrama Mangkaliat hanyalah seperti rumah biasa. Namun hal itu tidak menjadi masalah bagi aku, saat aku datang ke asrama aku disambut oleh bang tazqy, bang ilham, dan bang memet. Saat itu bang tazqy memberitahukan tentang beberapa hal yang ada di asrama seperti piket harian, kerja bakti, pengajian, dan masih banyak lagi. Hari itu merupakan hari pertama aku datang ke asrama, namun aku tidak langsung tinggal di asrama Mangkaliat. Aku hanya mengunjungi dan barulah beberapa hari kemudian aku mulai menjalani kehidupan baru di asrama Mangkaliat. Tanggal 2 Juni 2013, aku datang ke asrama beserta semua barang-barang aku dan kali ini aku sudah bermaksud untuk tinggal di asrama. Pada hari itu aku terkejut, karena kondisi asrama sepi sekali. Hanya ada bang dhani, bang topan, bang ilham, bang adit, bang ruday, fadel, dan gavin. Ternyata abang-abang yang lain pergi ke kota Malang untuk mengikuti pertemuan asrama kalimantan timur. Aku berpikir hari-hari pertama yang akan aku jalani akan sepi, namun yang terjadi malah sebaliknya walaupun sepi bang dhani seorang saja bisa membuat asrama menjadi terasa ramai dengan segala tingkahnya. Begitupun dengan yang lainnya, walaupun baru pertama kali bertemu mereka sudah mau berteman akrab dengan aku. Hal ini membuat aku sangat bahagia, seperti mempunyai keluarga dan rumah baru lagi di Yogyakarta. Setelah semua senior sudah kembali ke Yogyakarta, pada saat itulah kehidupan asrama dimulai. Kegiatan-kegiatan rutin seperti piket harian, kerja bakti, tadarusan, yasinan dan masih banyak lagi sudah mulai di aktifkan kembali. Hal yang paling membuatku betah di asrama adalah abang-abang yang mempunyai selalu membuat suasana tidak pernah sepi, dengan senangnya bermain gitar dan bernyanyi gila setiap hari. Sifat unik dari abang-abang mungkin hanya bisa ditemukan di sini, di Mangkaliat. Bang tazqy, bang aji, dan bang deniansyah yang merupakan penjelajah gunung, bang topan yang punya suara dalam dan selalu kontra dengan fadel, bang dhani yang selalu buat suasana seperti pasar, bang iwan dan bang ozy sang penyepik para wanita, bang joe yang tidak pernah marah, bang adit dan bang ilyas yang ingin jadi l-men, bang ilham sang kombes asrama, bang adhi dan bang irman yang selalu berduaan di kamar 5, bang deni yang sering menjalankan sunah rasul, bang arif sang seniman sejati, bang ajat pembalap dari asrama, bang rheza dan bang memet yang kehidupannya slow-slow. Hari demi hari pun berlalu, hingga penyeleksian masuk asrama dimulai. Segala macam peraturan tentang kehidupan sehari-hari dibuat untuk dijalani selama kurang lebih satu bulan. Presentasi yang pada saat itu kami para anak baru membentuk ICAM dan yang terakhir adalah wawancara yang membuatku seperti diinterogasi oleh polisi. Setelah itu, kami dibangunkan malam-malam. Mata ditutup, disuruh melangkah-melangkah nda jelas, disiram air, masuk kuburan, perut disuruh kasi keras seperti IPDN dan pada akhirnya kami semua diterima. Inilah kisah kehidupanku sebagai anak baru di asrama Mangkaliat. Seru COOY!!!

Penulis : Muhammad Dien Iqbal (KIBAL)

read more...

Kesan Pertemuan Pertama di Mangkaliat

 Hari minggu, tepatnya tanggal 5 mei 2013, saya bersiap bertolak dari kampong halaman saya tercinta bersama dengan bapak yang tidak lain adalah sahabat saya juga. Penajam Paser Utara yang Aku kenal dengan sebutan ‘Benuo Taka’ menuju Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal sebagai ‘Kota Pendidikan’ di Indonesia. Naik pesawat untuk pertama kalinya MANN!!!! ^-^ Sampai Di Yogya disambut oleh ribuan penadah jasa-jasa angkutan pribadi yang harganya YAHUDD!!! Sekali. Sorry terlalu banyak cerita, kita langsung masuk saja ke tema cerita kita. Kesan-kesan pertama masuk di asrama mahasiswa Kalimantan Timur Mangkaliat. Awal mula saya tiba di asrama, saya disambut oleh 2 saudara sehati, sejiwa, sedarah dan seperjuanganku yang terlebih dahulu tiba di Yogya. Setelah itu, kami bercakap-cakap mengenai seluk-beluk Yogya (walaupun hanya sedikit) dan juga tentang asrama. Jujur, pertama kali melihat asrama ini (AMKT Mangkaliat) perasaan yang timbul adalah ko’ ini rumah sih, hahahaha. Kemudian saya berjumpa dengan seorang anak asrama ‘bisa dibilang warga’ yang setelah saya menjadi penghuni asrama orang-orang menyebutnya dengan sebutan Nabi Ruday Qusay NR (Nir Rajim), :D. Setelah itu, Bapak ku dan Bang Ruday terlibat suatu dialog yang sangat serius tapi elegan, suatu hal yang sangat langka ditemukan di setiap dialog yang ada di dunia ini. Kemudian, saya disarankan Bang Ruday supaya memasuki salah satu kamar yang ada di asrama. Saya masuk kamar 8, sebuah kamar yang dihuni oleh Bang Deni ‘Neymar’ yang pada saat bulan Agustus menjadi teman sekampus saya, dan Bang Ilham ‘Sekarang Kombes’ yang juga setelah saya mengenali beliau lebih dalam lagi kami mempunyai kemiripan, bukan dalam hal wajah tentu saya yang menang PASTI, melainkan kesamaan klub sepak bola yang kami senangi, yaitu Arsenal “Gunners” FC. Kalau Kanda dan Dinda ingin mengetahui kelanjutan dari ‘Ini Kisahku, Apa Kisahmu (Indomie)” silahkan kunjungi blog ini. Learnaboutbipand23.blogspot.com 

Penulis : PANDI AHMAT

read more...